123Berita – 05 April 2026 | Setelah masa libur Lebaran 2026 berakhir, mobilitas masyarakat di DKI Jakarta kembali pulih seperti sedia kala. Namun, tingginya intensitas perjalanan mudik selama beberapa minggu terakhir meninggalkan jejak pada kondisi kendaraan, khususnya ban. Menyadari hal tersebut, PT Bridgestone Tire Indonesia mengeluarkan himbauan tegas kepada para pengendara untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada ban kendaraan sesegera mungkin.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menekankan bahwa ban yang menempuh jarak jauh selama mudik bekerja di bawah beban yang jauh lebih berat dibandingkan penggunaan normal. “Perjalanan mudik meningkatkan beban kerja ban, baik dari segi keausan tapak, suhu operasional, maupun tekanan yang diterima,” ujar Mukiat dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa pengecekan pasca mudik merupakan langkah preventif penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta performa kendaraan tetap optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Berbagai faktor mempercepat keausan ban selama mudik. Jarak tempuh yang panjang meningkatkan abrasi pada tapak, sementara suhu jalan yang tinggi dapat menimbulkan panas berlebih pada dinding samping ban. Beban tambahan berupa penumpang dan barang bawaan, serta variasi kondisi jalan mulai dari permukaan mulus hingga jalan berlubang atau berkelok, turut menambah tekanan pada ban. Kombinasi tersebut dapat menimbulkan gejala seperti getaran, suara bising, serta berkurangnya kemampuan pengereman.
Untuk mengidentifikasi potensi kerusakan, pengendara disarankan memeriksa beberapa aspek berikut:
- Tekanan udara: Pastikan tekanan pada keempat ban serta ban serep sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera pada pilar pintu kendaraan. Tekanan yang rendah dapat menyebabkan dinding samping ban melengkung berlebihan, berpotensi menimbulkan panas ekstrem dan bahkan pecah ban.
- Kondisi dinding samping: Periksa adanya benjolan, bulging, atau retakan halus yang muncul akibat benturan dengan lubang atau permukaan jalan yang tidak rata.
- Pola keausan tapak: Keausan yang tidak merata, misalnya lebih cepat di bagian tengah atau sisi, dapat mengindikasikan tekanan udara yang tidak seimbang atau masalah spooring.
- Kebersihan dan kerapuhan ban: Hilangkan kotoran, batu, atau benda asing yang menempel, serta perhatikan apakah karet terasa keras atau rapuh karena usia pakai.
Selain inspeksi visual, Bridgestone Indonesia menyarankan untuk melakukan servis lanjutan seperti spooring, balancing, dan rotasi ban. Ketiga prosedur ini membantu mengembalikan kestabilan kemudi, mengurangi getaran, serta menyeimbangkan tingkat keausan antar ban. Rotasi ban secara berkala khususnya penting karena ban yang mengalami keausan berlebih lebih rentan terhadap tusukan benda tajam dan risiko hidroplaning pada jalan licin.
Untuk memudahkan akses, Bridgestone menyediakan jaringan lebih dari 400 toko Model (TOMO) yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengendara dapat membawa kendaraan ke toko terdekat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan ban gratis atau dengan biaya minimal, termasuk pengecekan tekanan, visual, serta rekomendasi perbaikan atau penggantian bila diperlukan.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, pengendara tidak hanya melindungi diri dari potensi kecelakaan, tetapi juga memperpanjang umur pakai ban dan menurunkan biaya perawatan jangka panjang. Kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ban pasca mudik diharapkan menjadi kebiasaan baru yang dapat meningkatkan keselamatan berlalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.