Arema FC Gagal Menang di Kandang, Maluku Utara United Raih Poin Berharga lewat Penalti David da Silva

Arema FC Gagal Menang di Kandang, Maluku Utara United Raih Poin Berharga lewat Penalti David da Silva
Arema FC Gagal Menang di Kandang, Maluku Utara United Raih Poin Berharga lewat Penalti David da Silva

123Berita – 04 April 2026 | Arema FC harus menelan hasil imbang 1-1 di laga kandang melawan Maluku Utara United (Malut United) pada pekan ini. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, berakhir dengan drama penalti yang menimpa Arema setelah sempat unggul lebih dulu. Gol penalti David da Silva menjadi penentu poin tambahan bagi tamu, mengakhiri harapan sang tuan rumah untuk meraih tiga poin penuh.

Sejak peluit awal, Arema FC menampilkan tekanan tinggi, mengandalkan kecepatan sayap kanan dan penguasaan bola di lini tengah. Pada menit ke-12, serangan balik cepat mengantarkan pemain depan Arema, Makan Konaté, menembus pertahanan Malut United dan memanfaatkan ruang di kotak penalti. Konaté berhasil mengeksekusi tembakan satu‑sentuhan yang menembus gawang, memberi Arema keunggulan 1-0.

Bacaan Lainnya

Setelah gol pembuka, Arema tampak mengendalikan tempo pertandingan. Namun, Malut United tidak tinggal diam. Tim tamu menyesuaikan formasi, menurunkan lini tengah untuk menahan serangan lawan, sekaligus memanfaatkan peluang lewat umpan-umpan silang. Pada menit ke-27, Malut United berhasil menyeimbangkan kedudukan melalui serangan individu pemain sayap kiri, Iwan Setiawan, yang melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang, namun diselamatkan oleh kiper Arema, Kuncoro.

Menjelang jeda babak pertama, Arema kembali menekan. Pada menit ke-42, peluang emas tercipta ketika David da Silva menerima bola di dalam kotak penalti setelah umpan terobosan rekan setimnya, Ruy Arianto. Namun, tekel keras dari bek Malut United, Abdul Aziz, menurunkan David, memicu kontroversi di antara ofisial. Wasit menilai pelanggaran tersebut sebagai pelanggaran dalam area penalti dan memberi tendangan penalti kepada Malut United.

David da Silva, yang sebelumnya belum mencetak gol dalam kompetisi musim ini, mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang. Ia menempatkan bola tepat di pojok kanan atas tiang gawang, menyalip Kuncoro yang tidak berhasil menghalau. Gol penalti tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan menambah tekanan mental pada Arema menjelang jeda istirahat.

Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Arema berusaha merebut kembali keunggulan, namun pertahanan Malut United terlihat disiplin dan terorganisir. Pada menit ke-58, Arema menciptakan peluang lewat serangan balik, namun tembakan dari striker utama, Makan Konaté, meleset tipis ke tiang samping.

Menjelang menit ke-70, Arema menambah tekanan dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap kanan, Ruy Arianto, yang berulang kali mengirimkan umpan silang ke area penalti. Namun, pertahanan Malut United berhasil menahan setiap ancaman, dengan kiper mereka, Budi Setiawan, melakukan beberapa penyelamatan krusial.

Di menit-menit akhir, kedua tim berjuang keras untuk mencetak gol penentu. Pada menit ke-88, Arema hampir berhasil menyapu bersih papan skor melalui tembakan jarak jauh dari gelandang bertahan, Joko Sutrisno, yang meleset melewati mistar gawang. Beberapa menit terakhir berakhir tanpa ada perubahan skor, menutup laga dengan hasil imbang 1-1.

Hasil ini berdampak pada klasemen sementara Liga 2. Arema FC, yang mengharapkan kemenangan di kandang untuk memperkuat posisi di zona promosi, kini harus menerima satu poin tambahan. Sementara itu, Malut United memperoleh tiga poin penting, meningkatkan peluang mereka untuk bertahan di klasemen atas.

  • Skor akhir: Arema FC 1 – 1 Malut United
  • Gol Arema: Makan Konaté (12′)
  • Gol Malut United: David da Silva (penalti 27′)
  • Pencetak poin: David da Silva (penalti)
  • Stadion: Stadion Kanjuruhan, Malang

Pelatih Arema, Iwan Setiawan, menyampaikan kekecewaannya setelah pertandingan. “Kami memulai dengan baik dan mencetak gol pertama, namun kehilangan konsentrasi di momen krusial. Penalti memang bagian dari permainan, namun kami harus belajar dari kesalahan ini dan kembali lebih kuat pada laga berikutnya,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Sementara itu, pelatih Malut United, Arifin Siregar, mengapresiasi ketangguhan timnya. “Kami berhasil mengamankan poin penting di kandang lawan. Penalti memang tidak mudah, tetapi David da Silva mengeksekusi dengan sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang di sisa musim,” kata Siregar.

Kesimpulannya, hasil imbang ini menegaskan bahwa kompetisi Liga 2 tetap kompetitif, dengan setiap poin sangat berharga. Arema FC harus memperbaiki konsistensi pertahanan, terutama dalam mengelola situasi set‑piece, sementara Malut United dapat membangun kepercayaan diri dari hasil ini untuk melanjutkan perjuangan di papan atas klasemen.

Pos terkait