123Berita – 20 Juni 2026 | Media sosial kini telah bertransformasi menjadi kekuatan baru yang diam-diam mengendalikan cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi, terutama dalam konteks politik. Algoritma yang digunakan oleh platform media sosial ini memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data pengguna dan menganalisis perilaku mereka, sehingga dapat mempengaruhi cara mereka menerima dan memproses informasi.
Salah satu cara licik yang digunakan oleh algoritma ini adalah dengan menggunakan teknik yang disebut sebagai ‘filter bubble‘. Teknik ini membuat pengguna hanya melihat konten yang sesuai dengan preferensi dan minat mereka, sehingga mereka tidak terpapar pada informasi yang berbeda atau berlawanan. Hal ini dapat memperkuat pandangan dan opini yang sudah ada, serta mengurangi kemungkinan terjadinya perdebatan dan diskusi yang konstruktif.
Algoritma juga dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi dan propaganda, yang dapat mempengaruhi opini publik dan memanipulasi persepsi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik seperti ‘astroturfing’, di mana sebuah kampanye disponsori oleh sebuah organisasi atau perusahaan, tetapi disembunyikan di balik sebuah identitas yang palsu atau samar.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyadari cara licik yang digunakan oleh algoritma ini dan untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari pengaruhnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sumber informasi yang beragam dan tidak bergantung pada satu sumber saja, serta dengan mengembangkan keterampilan kritis dalam menganalisis informasi yang diterima.
Dalam konteks politik, penting bagi para pemimpin dan calon untuk menyadari pengaruh algoritma ini dan untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Mereka harus menyadari bahwa algoritma dapat mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan masyarakat, serta bahwa mereka harus menggunakan strategi yang efektif untuk menyampaikan pesan mereka dan mempengaruhi opini publik.
Dalam kesimpulan, algoritma yang digunakan oleh platform media sosial memiliki kemampuan untuk mengendalikan komunikasi politik dan mempengaruhi opini masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menyadari cara licik yang digunakan oleh algoritma ini dan untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari pengaruhnya. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa komunikasi politik tetap transparan, akuntabel, dan demokratis.





