123Berita – 05 April 2026 | Jakarta, 31 Maret 2024 – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya semangat kebangkitan serta toleransi antarumat beragama sebagai inti makna perayaan Paskah. Dalam sambutan yang disampaikan pada Misa Paskah yang dihadiri ribuan umat Katolik serta tamu undangan lintas agama, AHY mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga harmoni demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Acara yang dilaksanakan di Gereja Katedral Jakarta ini menjadi panggung bagi pemimpin muda partai Demokrat tersebut untuk menyuarakan pesan persatuan. Ia menekankan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi kolektif tentang kebangkitan harapan, nilai-nilai kemanusiaan, dan rasa toleransi yang harus dijaga dalam konteks pluralisme Indonesia.
“Paskah mengajarkan kita tentang kebangkitan – kebangkitan iman, harapan, dan semangat baru. Di tengah tantangan zaman, kita harus menghidupkan kembali semangat tersebut dalam tindakan nyata, terutama dalam memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujar AHY dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
Berikut beberapa poin utama yang ditekankan dalam pidatonya:
- Kebangkitan Spiritual: Mengajak masyarakat untuk memperdalam keimanan pribadi sekaligus berkontribusi pada kebangkitan moral bangsa.
- Toleransi Beragama: Menegaskan bahwa perbedaan keyakinan harus menjadi landasan dialog, bukan konflik.
- Peran Generasi Muda: Menyerukan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga persatuan, mengingat mereka adalah agen perubahan.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Mengajak pemerintah, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil untuk bersinergi dalam program edukasi toleransi.
AHY menambahkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan lebih dari 300 kelompok etnis dan beragam kepercayaan, memiliki keunggulan unik dalam membangun sinergi lintas budaya. Ia menegaskan bahwa semangat Paskah harus menjadi landasan dalam mengatasi perpecahan serta mendorong pembangunan yang inklusif.
Dalam konteks kebijakan nasional, Menteri Koordinator tersebut menyinggung beberapa program yang sedang digulirkan, antara lain program revitalisasi sekolah agama yang menekankan kurikulum toleransi, serta proyek pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang rawan konflik. “Kami berkomitmen mengalokasikan sumber daya untuk memperkuat fasilitas ibadah dan ruang publik yang mendukung interaksi damai antarumat beragama,” kata AHY.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah tokoh agama dan pemuka masyarakat menyampaikan dukungan mereka terhadap pesan AHY. Seorang pastor Katolik menilai bahwa pesan kebangkitan spiritual sangat relevan dengan tantangan moral yang dihadapi umat hari ini, sementara seorang tokoh Islam menekankan pentingnya dialog lintas iman sebagai fondasi persatuan.
Pengamat politik menilai bahwa pernyataan AHY tidak lepas dari konteks politik nasional menjelang pemilihan legislatif. Namun, ia menambahkan, pesan toleransi yang diangkat dalam suasana religius seperti Misa Paskah memiliki kekuatan simbolik yang dapat meredam polarisasi politik.
Selama misa, para jemaat juga diajak berdoa untuk perdamaian, kebangkitan ekonomi, serta penyelesaian konflik di beberapa wilayah. Suasana haru tampak jelas ketika umat Katolik bersama tokoh agama lain menyanyikan lagu-lagu rohani yang menekankan persaudaraan.
Pada akhir acara, AHY mengajak seluruh peserta untuk meneruskan semangat Paskah ke dalam tindakan konkret, mulai dari menghormati perbedaan, memperkuat dialog antarumat beragama, hingga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Ia menutup pidatonya dengan doa bersama, berharap Indonesia dapat terus menjadi contoh keberagaman yang damai di dunia.
Pesan-pesan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menginternalisasi nilai toleransi dan kebangkitan, serta mewujudkan Indonesia yang lebih harmonis dan maju di masa depan.