123Berita – 10 April 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menampilkan permainan yang sangat menguasai lapangan pada leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan Liverpool. Meskipun hasil akhir menunjukkan kemenangan 2-0, gelandang sayap asal Maroko, Achraf Hakimi, mengungkapkan rasa kecewa karena timnya tidak memanfaatkan peluang untuk mencetak gol lebih banyak.
Sejak peluit pertama ditiup, PSG langsung mengatur tempo pertandingan dengan tekanan tinggi dan penguasaan bola yang konsisten. Gol pertama datang lewat serangan balik yang dipimpin oleh Lionel Messi, yang menyelesaikan akurasi tendangan jarak menengah ke sudut atas gawang Mohamed Salah. Gol kedua tercipta melalui kombinasi cepat antara Kylian Mbappé dan Achraf Hakimi sendiri, yang menembus pertahanan Liverpool dan menyalurkan bola kepada Neymar untuk menutup skor.
Namun, di balik dua angka tersebut, Hakimi menilai bahwa performa tim masih jauh dari potensi maksimal. “Kami bermain sangat baik, tetapi tidak ada rasa puas. Seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Hakimi dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa peluang-peluang emas yang tercipta di babak pertama, seperti tendangan bebas yang meleset dan serangan sayap yang tidak dimanfaatkan, seharusnya dimanfaatkan dengan lebih tajam.
Pelatih PSG, Luis Enrique, juga menyambut komentar Hakimi dengan serius. Dalam pertemuan internal tim, ia menekankan pentingnya meningkatkan efisiensi serangan dan menjaga konsistensi defensif. “Kami akan melakukan analisis mendalam pada video pertandingan, terutama pada fase transisi. Tujuannya agar kami tidak lagi kehilangan peluang yang jelas,” ujar Enrique.
Di sisi lain, Liverpool menilai hasil kalah 2-0 sebagai pelajaran penting. Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, mengakui keunggulan taktik PSG pada babak pertama, namun tetap optimis dapat membalikkan keadaan di Anfield. “Kami akan memperbaiki pertahanan kami, terutama pada lini sayap, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Leg kedua akan menjadi pertandingan yang sangat menegangkan,” kata Klopp.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi PSG dalam penguasaan bola (62%) dan jumlah tembakan ke gawang (15 tembakan, 7 tepat sasaran). Liverpool, meskipun lebih sedikit menguasai bola, berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya lewat serangan balik yang dipimpin oleh Salah dan Sadio Mané. Namun, kegagalan dalam menahan tekanan PSG selama 45 menit pertama menjadi faktor kunci yang membuat mereka terpaksa menelan kekalahan.
Berikut rangkuman poin-poin penting yang disorot oleh Hakimi dan staf teknis PSG:
- Konversi peluang: Tingkat penyelesaian tembakan harus ditingkatkan dari 46% menjadi di atas 60%.
- Keterpaduan serangan: Koordinasi antara sayap kanan, tengah, dan kiri perlu disempurnakan untuk menciptakan ruang tembak yang lebih jelas.
- Tekanan berkelanjutan: Mempertahankan intensitas pressing selama 90 menit tanpa penurunan.
Leg kedua dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2024 di Anfield, dengan harapan PSG dapat memperbaiki catatan gol mereka dan memastikan tiket menuju semifinal. Sementara itu, Hakimi menegaskan tekad timnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Kami tidak akan membiarkan kesempatan terlewat lagi. Semua pemain siap memberikan penampilan terbaik di laga penentuan,” tuturnya.
Dengan reputasi sebagai pemain yang selalu mengedepankan ambisi dan kerja keras, Hakimi menjadi sosok penting dalam menggerakkan motivasi tim. Jika PSG mampu mengimplementasikan perbaikan yang diusulkan, peluang mereka untuk melaju ke semifinal menjadi lebih besar, meski harus mengatasi tekanan atmosfer Liverpool yang legendaris.
Kesimpulannya, meskipun PSG berhasil mengamankan kemenangan tipis di Paris, Achraf Hakimi menegaskan bahwa hasil tersebut masih jauh dari ekspektasi. Tim harus meningkatkan efisiensi serangan, memperkuat koordinasi lini depan, dan menjaga intensitas tekanan sepanjang pertandingan. Leg kedua di Anfield akan menjadi ujian sejati bagi kedua raksasa Eropa ini, di mana satu kesalahan saja dapat menentukan nasib mereka dalam kompetisi paling bergengsi di benua biru.