7 Doa Pengusir Setan & Jin dari Tubuh Manusia: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

123Berita – 10 April 2026 | Dalam kehidupan beragama, umat Islam diajarkan untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan makhluk halus, termasuk setan dan jin. Salah satu cara yang paling umum dan praktis adalah dengan membaca doa-doa khusus yang bersumber dari Al-Qur’an serta hadis sahih. Doa-doa ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual, tetapi juga memberikan rasa tenang dan ketenangan batin bagi mereka yang merasakannya. Berikut ini adalah rangkuman tujuh doa pengusir setan dan jin yang dapat dibaca langsung pada tubuh manusia, lengkap dengan teks Arab, transkripsi Latin, serta terjemahan artinya.

Doa-doa ini telah menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan, terutama ketika seseorang merasa terganggu secara fisik atau psikologis. Meskipun tidak ada jaminan ilmiah yang mengukur efektivitasnya, ribuan umat Muslim di seluruh dunia mempercayai kekuatan doa ini sebagai bentuk ibadah dan perlindungan. Penggunaan doa ini biasanya dilakukan secara berurutan, sambil mengusap atau menyapu tubuh secara lembut, sesuai dengan anjuran para ulama.

Bacaan Lainnya
  1. Doa Pertama

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَبَلٍ يُقْتَلِفُ فِيهِ الْقَلْبُ وَمِنْ وَجْهِ سَيِّئٍ يُجَسِّدُ بِهِ الْمُعْسِرُ

    Allahumma innī a‘ūdhu bika min jabalin yuqtilafu fīhi al‑qalbu wa min wajhin sayyi’in yujassidu bihi al‑mu‘sir.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gunung yang mengubah hati dan dari muka buruk yang menjerat orang dalam kesulitan.”

  2. Doa Kedua

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَّةٍ وَمِنْ سَخَطٍ وَمِنْ نَفْسٍ يَتَجَعَّلُ صَرِيحَةً

    Allahumma innī a‘ūdhu bika min hammah wa min sakhṭin wa min nafsin yataja‘alu ṣarīḥah.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keputusasaan, kemarahan, dan jiwa yang menjadi terbuka untuk menimbulkan dosa.”

  3. Doa Ketiga

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَيْطَانٍ مَكْرُوهٍ وَمِنْ جِنٍّ يَسْتُرُ السُّوءِ

    Allahumma innī a‘ūdhu bika min shayṭānin makrūhin wa min jinin yastur as‑sū’.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan yang berbahaya dan dari jin yang menutupi keburukan.”

  4. Doa Keempat

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الَّذِي أُقِرُّ بِهِ كُلَّ حِسٍّ وَأَعْلَمُ بِهِ نَفْسِي

    Allahumma innī as’aluka bismi‑ka al‑ladhī uqirru bihi kulla ḥisin wa a‘lamu bihi nafsī.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang aku akui dengan seluruh indera dan yang kusadari dalam diriku.”

  5. Doa Kelima

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِفْقًا وَهُدًى وَقُوَّةً لِمَنْ يَرْتَدِّ إِلَى رَحْمَتِكَ

    Allahumma innī as’aluka rifqan wa hudan wa quwwatan liman yartaddi ilā raḥmatika.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kelembutan, petunjuk, dan kekuatan bagi mereka yang kembali kepada rahmat-Mu.”

  6. Doa Keenam

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِجَابَةً لِكُلِّ صَلَاةٍ وَقَبُولًا لِكُلِّ ذِكْرٍ وَفَتْحًا لِكُلِّ عَقْلٍ

    Allahumma innī as’aluka ijābah li‑kulli ṣalāh wa qabūlan li‑kulli dhikr wa fataḥan li‑kulli ‘aql.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon agar setiap sholatku dijawab, setiap dzikir diterima, dan setiap akal terbuka.”

  7. Doa Ketujuh

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أُسْلِمُ وَجْهِيَ لَكَ وَأَبِيتُكَ وَأَحْتَرِمُ كَلِمَاتِكَ وَأُعْتَبَرُ بَلاغَتَكَ

    Allahumma innī uslimu wajhī laka wa abītu‑ka wa aḥtarmu kalimātika wa u‘tabiru balāghatika.

    “Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan wajahku kepada-Mu, memohon kepada-Mu, menghormati firman-Mu, dan mengakui pesan-Mu.”

Setiap doa di atas memiliki keunikan tersendiri, namun kesemuanya memiliki tujuan utama: menolak pengaruh negatif yang dapat mengganggu kesejahteraan spiritual dan fisik. Praktik membaca doa ini biasanya dilakukan dengan niat yang tulus, memfokuskan hati pada Allah, serta mengucapkan doa secara berurutan sambil mengusap tubuh mulai dari kepala hingga kaki. Beberapa ulama menambahkan bahwa sebaiknya doa dibacakan tiga kali masing‑masing, dan diakhiri dengan basmalah serta doa memohon ampunan.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa doa bukan satu‑satunya cara dalam mengatasi gangguan spiritual. Islam mengajarkan kombinasi antara dzikir, shalat, puasa, serta menjaga perilaku yang baik. Konsultasi dengan ulama atau ahli spiritual juga dianjurkan bila seseorang merasa terganggu secara terus‑menerus. Dengan menggabungkan aspek spiritual dan psikologis, seseorang dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.

Kesimpulannya, tujuh doa pengusir setan dan jin ini merupakan warisan spiritual yang dapat dijadikan pedoman praktis bagi umat Islam yang ingin melindungi diri secara rohaniah. Pembacaan yang konsisten, dipadukan dengan niat ikhlas serta tindakan hidup yang selaras dengan ajaran Islam, diharapkan dapat membantu mengusir energi negatif dan memberikan ketenangan batin yang mendalam.

Pos terkait