123Berita – 09 April 2026 | Ratusan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dari berbagai wilayah Indonesia berkumpul di Central Java untuk menjalani tahap awal tes kesehatan. Sebanyak 190 peserta melewati serangkaian pemeriksaan medis yang dirancang untuk menilai kesiapan fisik dan mental mereka sebelum memasuki proses seleksi lebih lanjut. Acara ini digelar di fasilitas kesehatan milik Polri di wilayah Jawa Tengah, dengan pengawasan ketat dari Polda Jateng.
Pelaksanaan tes kesehatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian seleksi masuk Akpol, yang dikenal memiliki standar ketat. Pemeriksaan meliputi tes kebugaran jasmani, evaluasi fungsi organ vital, serta skrining psikologis. Setiap peserta diwajibkan menjalani tes stamina, tes kebugaran kardiorespirasi, serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tidak ada faktor risiko kesehatan yang dapat menghambat proses pelatihan di akademi.
Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan proses seleksi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kepala Divisi Pengamanan Polda Jateng, Kombes Pol. Irwan Hadi, menyatakan bahwa seluruh prosedur tes kesehatan telah disiapkan dengan standar nasional serta melibatkan tim medis profesional. “Kami bertekad agar tidak ada ruang bagi praktik kecurangan atau nepotisme. Setiap calon harus melalui proses yang adil, sehingga yang terpilih benar‑benar memiliki kapasitas fisik dan mental yang memadai,” ujarnya dalam sambutan resmi.
- Pengawasan medis dilakukan oleh dokter spesialis yang berpengalaman di bidang kedokteran olahraga.
- Hasil tes akan diumumkan secara resmi melalui portal resmi Polri, memastikan keterbukaan informasi.
- Setiap peserta wajib menandatangani pernyataan kejujuran data kesehatan sebelum tes.
Transparansi dalam seleksi ini tidak hanya mencakup tahapan tes kesehatan, melainkan juga seluruh rangkaian proses, mulai dari pendaftaran, ujian tertulis, hingga wawancara psikologi. Polda Jateng bekerja sama dengan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN‑SM) untuk memastikan standar evaluasi yang objektif. Selain itu, seluruh dokumen hasil tes disimpan dalam sistem digital yang dapat diakses oleh pihak berwenang untuk audit independen.
Para calon taruna yang mengikuti tes kesehatan melaporkan pengalaman yang relatif lancar. Banyak di antara mereka menyatakan rasa lega karena prosesnya terstruktur dengan jelas, mulai dari pendaftaran online hingga penjadwalan pemeriksaan. “Saya merasa prosedurnya adil. Semua peserta diberikan waktu yang sama untuk menjalani tes, tanpa adanya perlakuan istimewa,” kata salah satu peserta, Rian Pratama, mahasiswa ilmu kepolisian dari Universitas Gadjah Mada.
Namun, tidak semua peserta lolos pada tahap ini. Dari 190 calon, sebagian akan dinyatakan tidak memenuhi standar kesehatan minimum dan tidak melanjutkan ke fase berikutnya. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan data medis yang objektif, bukan pertimbangan subjektif. Bagi yang tidak lolos, mereka diberikan rekomendasi medis serta kesempatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan sebelum mendaftar kembali pada periode berikutnya.
Kesimpulannya, tes kesehatan awal bagi 190 calon taruna Akpol di Jawa Tengah menunjukkan upaya serius Polda Jateng dalam menegakkan prinsip seleksi yang bersih dan transparan. Dengan melibatkan tim medis profesional, sistem digital yang akuntabel, serta kebijakan terbuka, proses seleksi diharapkan dapat menghasilkan taruna yang siap menghadapi tantangan kepolisian modern. Komitmen ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas proses rekrutmen Polri, menegaskan bahwa hanya calon yang benar‑benar layak yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.





