Zhang Linghe Dihujat Netizen China Karena Penampilannya Terlalu Tampan di ‘Pursuit of Jade’

Zhang Linghe Dihujat Netizen China Karena Penampilannya Terlalu Tampan di 'Pursuit of Jade'
Zhang Linghe Dihujat Netizen China Karena Penampilannya Terlalu Tampan di 'Pursuit of Jade'

123Berita – 08 April 2026 | Aktor muda asal Tiongkok, Zhang Linghe, kembali menjadi sorotan publik setelah penampilannya dalam serial drama sejarah “Pursuit of Jade” memicu beragam reaksi di kalangan netizen. Meski peran protagonis dalam drama yang menyoroti intrik istana dan perebutan permata legendaris itu mendapat pujian dari kritikus, sejumlah pengguna media sosial di China mengkritik penampilannya yang dianggap terlalu tampan, bahkan menimbulkan dugaan bahwa visualnya mengalihkan fokus dari alur cerita.

“Pursuit of Jade” ditayangkan pada awal tahun ini dan menampilkan Zhang Linghe sebagai karakter utama, seorang pangeran yang terjebak dalam persaingan politik dan percintaan. Serial ini berhasil meraih rating yang cukup tinggi, berkat produksi megah, kostum yang detail, serta alur yang memadukan romansa dengan drama politik. Namun, di balik keberhasilan tersebut, komentar-komentar kritis mulai bermunculan di platform seperti Weibo dan Bilibili.

Bacaan Lainnya

Netizen menyoroti bahwa penampilan fisik Zhang yang sangat tampan kadang mengaburkan intensitas emosional karakter yang ia perankan. Salah satu komentar yang viral menuliskan, “Saya menunggu adegan dramatis, bukan sekadar wajah tampan yang mengisi layar.” Reaksi serupa juga muncul dari penggemar yang merasa bahwa produksi terlalu menekankan pada penampilan visual aktor, sehingga menurunkan kedalaman naratif.

Para pengamat media di Tiongkok menilai fenomena ini sebagai cerminan budaya selebriti yang semakin menekankan standar kecantikan. Dr. Li Wei, pakar studi budaya pop di Universitas Beijing, menyatakan, “Kritik terhadap Zhang Linghe bukan sekadar soal estetika pribadi, melainkan mencerminkan ekspektasi penonton yang menginginkan karakter lebih kompleks dan tidak sekadar ‘pria tampan’ dalam drama periodik.”

Di sisi lain, tim produksi “Pursuit of Jade” membela keputusan casting dengan menekankan bahwa Zhang Linghe dipilih karena kemampuan aktingnya yang dapat menyeimbangkan antara keanggunan dan ketegangan. Seorang juru bicara resmi menyampaikan, “Kami menghargai masukan penonton, namun fokus utama kami tetap pada kualitas cerita dan penyajian visual yang sesuai dengan setting era yang digambarkan. Penampilan fisik adalah bagian tak terpisahkan dari karakter historis yang kami angkat.”

Reaksi publik terhadap kontroversi ini juga menimbulkan diskusi tentang standar kecantikan dalam industri hiburan Asia. Sejumlah komentar menyoroti bahwa penilaian berlebihan pada penampilan fisik dapat menimbulkan tekanan psikologis pada aktor, terutama yang masih muda. Sebuah survei singkat yang dilakukan oleh platform media sosial menunjukkan bahwa 38 persen responden setuju bahwa penekanan pada penampilan dapat mengganggu proses kreatif, sementara 27 persen berpendapat bahwa penampilan tetap menjadi faktor penting dalam menarik penonton.

Fenomena kritik terhadap penampilan Zhang Linghe tidak sepenuhnya baru. Pada proyek sebelumnya, aktor tersebut sempat mendapat sorotan serupa ketika membintangi drama romantis “Moonlit Destiny”. Namun, kali ini komentar muncul dalam skala yang lebih luas, menandakan perubahan pola konsumsi konten yang semakin kritis terhadap elemen visual.

Berbagai pihak dalam industri hiburan menanggapi dengan sikap yang beragam. Beberapa produser mengakui bahwa penekanan pada kecantikan dapat menjadi pedang bermata dua—menarik penonton baru namun sekaligus menurunkan ekspektasi akan kualitas naratif. Sementara itu, agensi manajemen Zhang Linghe menyatakan akan memberikan pelatihan intensif dalam mengekspresikan emosi dan memperdalam karakter, untuk menanggapi kekhawatiran penonton.

Dalam jangka panjang, kontroversi ini dapat menjadi titik balik bagi pembuat drama di Tiongkok. Penekanan pada kualitas cerita, dialog, dan pembangunan karakter mungkin akan kembali menjadi fokus utama, mengingat penonton kini tidak lagi puas hanya dengan penampilan fisik yang memukau.

Kesimpulannya, meskipun Zhang Linghe berhasil mengukir popularitas lewat peranannya dalam “Pursuit of Jade”, ia juga harus menghadapi tantangan baru berupa kritik tajam terkait penampilannya yang dianggap terlalu mengesankan. Diskusi ini menyoroti dinamika antara ekspektasi visual dan kedalaman cerita dalam produksi drama kontemporer, serta mengingatkan industri hiburan untuk menyeimbangkan antara estetika dan substansi demi kepuasan penonton yang semakin kritis.

Pos terkait