123Berita – 07 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi mengumumkan rencana mengundang Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk membuka Festival Danau Sentani XV yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan alam Papua kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Festival Danau Sentani, yang kini memasuki edisi ke-15, telah lama menjadi platform utama menampilkan seni tradisional, tarian, musik, serta kerajinan tangan khas suku-suku yang bermukim di sekitar Danau Sentani. Panitia penyelenggara menargetkan lebih dari lima ratus ribu pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sehingga acara ini diharapkan menjadi magnet wisata baru bagi provinsi Papua.
Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyatakan harapannya bahwa kehadiran Wakil Presiden Gibran akan menambah legitimasi dan sorotan media terhadap festival. “Kehadiran Bapak Gibran di tengah-tengah kita bukan sekadar seremonial, melainkan simbol komitmen pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi lokal,” ujar Enembe dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Bupati Jayapura.
Bupati Jayapura, Jefri Yustisi, menambahkan bahwa persiapan infrastruktur telah dipercepat. Jalan akses menuju Danau Sentani telah diperlebar, fasilitas parkir dan area pameran ditingkatkan, serta jaringan listrik dan air bersih dipastikan stabil selama periode festival. “Kami tidak hanya menyiapkan panggung, melainkan seluruh ekosistem pendukung yang memungkinkan para pengunjung menikmati pengalaman budaya tanpa hambatan,” kata Jefri.
Festival ini akan menampilkan rangkaian acara selama tiga hari, meliputi pertunjukan tari tradisional, kompetisi seni lukis, pameran kerajinan anyaman, serta lomba perahu tradisional. Salah satu sorotan utama adalah pertunjukan tari Cakalele yang akan dipersembahkan oleh kelompok seni budaya suku Amungme, disertai musik tradisional yang menggabungkan alat musik seperti tifa dan gong.
Berikut adalah agenda utama Festival Danau Sentani XV:
- Hari Pertama (10 Agustus 2026): Upacara pembukaan oleh Wakil Presiden Gibran, diikuti oleh parade budaya dan pameran foto sejarah Danau Sentani.
- Hari Kedua (11 Agustus 2026): Kompetisi seni rupa, workshop anyaman tradisional, serta pertunjukan musik kontemporer yang mengadaptasi melodi suku Papua.
- Hari Ketiga (12 Agustus 2026): Lomba perahu tradisional, pertunjukan tari Cakalele, dan penutupan resmi festival.
Para pengamat pariwisata menilai bahwa acara ini memiliki potensi meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan domestik ke Papua pada tahun 2025 meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan Festival Danau Sentani XV diprediksi mampu menambah angka tersebut sebesar 5 hingga 8 persen.
Selain dampak ekonomi, festival ini juga diharapkan memperkuat identitas budaya Papua yang selama ini kurang terrepresentasi dalam panggung nasional. Dengan melibatkan generasi muda melalui kompetisi seni dan workshop, panitia berusaha menumbuhkan rasa kebanggaan serta melestarikan warisan budaya yang terancam punah.
Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama. Tim Satpol PP dan Polri setempat telah menyiapkan rencana pengamanan yang meliputi pemeriksaan keamanan di pintu masuk, patroli rutin di sekitar area festival, serta layanan pertolongan pertama yang siap siaga 24 jam.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mengundang media massa, blogger, dan vlogger untuk meliput acara secara live, guna memperluas jangkauan informasi hingga ke platform digital. Tanpa menutup kemungkinan, pihak penyelenggara membuka kesempatan bagi sponsor korporasi nasional maupun internasional yang ingin berpartisipasi dalam program CSR yang terintegrasi dengan festival.
Dengan segala persiapan yang matang, Festival Danau Sentani XV diharapkan menjadi momentum penting bagi Papua untuk menampilkan potensinya di kancah nasional dan global. Kehadiran Wakil Presiden Gibran sebagai pembuka acara tidak hanya menambah nilai simbolik, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat mendukung penuh upaya pengembangan budaya, ekonomi, dan pariwisata di wilayah paling timur Indonesia.
Jika semua rencana berjalan sesuai harapan, festival ini dapat menjadi contoh model kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya lokal, sekaligus menegaskan bahwa Papua memiliki tempat strategis dalam peta destinasi wisata dunia.





