123Berita – 09 April 2026 | Veteran penyanyi pop Indonesia, Veri AFI, yang sempat menorehkan nama pada era 2000-an dengan lagu-lagu hitsnya, kini menapaki babak baru dalam kehidupannya. Setelah memutuskan untuk berhenti bernyanyi karena penurunan pendapatan yang signifikan, ia memutuskan mengalihkan fokus pada usaha kuliner keliling dengan menjual nasi Padang dari sebuah gerobak. Keputusan ini menarik perhatian publik dan menimbulkan perbincangan luas mengenai tantangan yang dihadapi artis di era digital.
Veri AFI, yang dikenal lewat penampilan di acara musik televisi dan sejumlah konser, mengakui bahwa masa-masa setelah puncak popularitas tidak selalu mudah. “Saya sudah tidak dapat mengandalkan pekerjaan bernyanyi lagi, pendapatan menurun drastis, dan biaya hidup di kota tetap tinggi,” ungkapnya dalam sebuah wawancara eksklusif. Ia menambahkan bahwa tekanan industri musik yang kini sangat bergantung pada streaming dan algoritma membuat banyak artis lama kesulitan mendapatkan proyek yang menguntungkan.
Dengan latar belakang itu, Veri memutuskan untuk memanfaatkan kecintaannya pada makanan tradisional Indonesia, khususnya nasi Padang, yang dikenal memiliki cita rasa kuat dan daya tarik luas. Ia membeli sebuah gerobak berukuran sedang, melengkapi dengan peralatan dapur sederhana, dan mulai menawarkan paket nasi Padang lengkap dengan lauk pauk khas Minang seperti rendang, ayam pop, dan sambal ijo. Usaha tersebut berlokasi di beberapa titik strategis di Jakarta, termasuk area perkantoran, kampus, serta pusat keramaian pada sore hingga malam hari.
Langkah beralih menjadi pedagang makanan keliling tidak serta-merta memudahkan hidupnya. Veri harus belajar mengelola rantai pasok bahan baku, menjaga kualitas masakan, serta mematuhi regulasi kebersihan dan izin usaha yang ketat. “Saya harus bangun lebih pagi, mengurus pemesanan beras, memilih daging yang masih segar, hingga memastikan rasa tetap konsisten,” kata Veri. Ia juga mengaku menghabiskan waktu belajar teknik memasak nasi Padang dari seorang chef berpengalaman, sehingga tidak sekadar menjual, tetapi memberikan pengalaman kuliner yang otentik.
Respons publik terhadap gerobak Veri AFI cukup positif. Pelanggan yang mengenali dirinya sebagai mantan penyanyi melaporkan rasa nostalgia sekaligus kebanggaan melihat seorang selebriti turun langsung ke lapangan. Beberapa komentar di media sosial menyoroti ketekunan dan keberanian Veri untuk memulai usaha baru tanpa mengandalkan nama besar. “Saya dulu suka lagu-lagunya, sekarang saya suka nasi Padangnya!” tulis seorang netizen.
Transformasi karier Veri AFI juga menyingkap fenomena lebih luas di kalangan artis Indonesia, yakni meningkatnya jumlah figur publik yang mengambil pekerjaan sampingan atau beralih ke bidang lain, seperti kuliner, fashion, hingga teknologi. Menurut data yang dikumpulkan oleh lembaga riset pasar lokal, sekitar 23 persen artis yang pernah berada di puncak popularitas selama lebih dari satu dekade kini memiliki usaha sampingan di luar industri hiburan. Faktor utama yang memicu perubahan ini meliputi penurunan pendapatan dari musik tradisional, kebutuhan diversifikasi sumber penghasilan, serta keinginan untuk tetap relevan di mata publik.
Namun, tidak semua perubahan berjalan mulus. Beberapa artis melaporkan kesulitan dalam menyeimbangkan identitas publik dengan peran baru mereka sebagai pengusaha. “Kita harus terus belajar, mengerti selera pasar, dan tidak bergantung pada popularitas semata,” ujar seorang analis industri hiburan. Bagi Veri, pelajaran terpenting adalah ketekunan dan kemampuan beradaptasi. “Saya belajar bahwa tidak ada yang permanen. Yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada, sekecil apa pun,” tuturnya.
Gerobak nasi Padang milik Veri AFI kini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol keberanian untuk memulai kembali. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi para artis lain maupun masyarakat umum yang tengah menghadapi masa transisi karier. “Jika ada orang yang sedang berjuang, jangan takut mencoba hal baru. Setiap langkah, sekecil apa pun, bisa menjadi batu loncatan menuju masa depan yang lebih stabil,” pesan Veri dalam penutupnya.
Dengan menempatkan diri di tengah keramaian kota, menyajikan makanan yang menggugah selera, dan tetap mempertahankan semangat juang, Veri AFI menunjukkan bahwa karier seorang artis tidak harus berakhir ketika panggung gelap. Sebaliknya, kreativitas dapat menemukan wujud baru, bahkan di antara aroma rempah dan sambal yang mengundang selera.