123Berita – 23 Juli 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan memiliki keinginan untuk menjadikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagai Sekretaris Jenderal PBB (PBB) berikutnya, menggantikan Antonio Guterres.
Keputusan ini dianggap mengejutkan karena Infantino tidak memiliki latar belakang yang kuat dalam diplomasi internasional. Namun, Trump dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Infantino, yang telah berhasil memimpin FIFA sejak 2016.
Infantino telah melakukan beberapa reformasi besar dalam FIFA, termasuk memperluas jumlah tim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia dan meningkatkan transparansi keuangan. Namun, masih belum jelas apakah pengalaman dan kemampuan Infantino cukup untuk memimpin PBB.
PBB adalah organisasi internasional yang memiliki peran penting dalam mempromosikan perdamaian, keamanan, dan kerja sama internasional. Sekretaris Jenderal PBB memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin organisasi ini dan bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk mencapai tujuan-tujuan PBB.
Trump dikenal memiliki pandangan yang unik tentang PBB dan peran Amerika Serikat dalam organisasi ini. Ia telah mengkritik PBB karena dianggap tidak efektif dalam menangani beberapa isu internasional, termasuk konflik di Timur Tengah dan masalah keamanan global.
Keputusan Trump untuk mendukung Infantino sebagai Sekjen PBB berikutnya dapat dianggap sebagai upaya untuk memperbarui PBB dan membuatnya lebih efektif dalam menangani isu-isu internasional. Namun, masih belum jelas apakah keputusan ini akan disambut baik oleh negara-negara anggota PBB lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, PBB telah mengalami beberapa tantangan besar, termasuk konflik di Syria, Libya, dan Yemen, serta masalah keamanan global seperti terorisme dan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal PBB berikutnya akan memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin organisasi ini untuk menangani isu-isu tersebut.
Infantino memiliki pengalaman yang luas dalam memimpin organisasi internasional, tetapi masih belum jelas apakah ia memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin PBB. Ia telah berhasil memperluas jumlah tim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia dan meningkatkan transparansi keuangan dalam FIFA, tetapi masih belum jelas apakah pengalaman tersebut dapat diterapkan dalam konteks PBB.
Keputusan Trump untuk mendukung Infantino sebagai Sekjen PBB berikutnya dapat dianggap sebagai kejutan, tetapi juga dapat dianggap sebagai upaya untuk memperbarui PBB dan membuatnya lebih efektif dalam menangani isu-isu internasional. Namun, masih belum jelas apakah keputusan ini akan disambut baik oleh negara-negara anggota PBB lainnya.
Kesimpulan, keputusan Trump untuk mendukung Infantino sebagai Sekjen PBB berikutnya dapat dianggap sebagai kejutan, tetapi juga dapat dianggap sebagai upaya untuk memperbarui PBB dan membuatnya lebih efektif dalam menangani isu-isu internasional. Infantino memiliki pengalaman yang luas dalam memimpin organisasi internasional, tetapi masih belum jelas apakah ia memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin PBB.




