123Berita – 26 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah mengalami fluktuasi sejak 2004 hingga 2024. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar ini memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, inflasi, dan kebijakan moneter. Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi ekonomi dan melakukan penyesuaian kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, rupiah telah mengalami tekanan akibat kebijakan moneter Amerika Serikat dan perubahan kondisi ekonomi global. Namun, Airlangga yakin bahwa pemerintah dapat menghadapi tantangan ini dengan efektif.
Untuk meningkatkan stabilitas ekonomi, pemerintah telah mengambil langkah-langkah seperti mengatur inflasi, meningkatkan produksi domestik, dan meningkatkan investasi. Airlangga juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan ekonomi.
Dalam menghadapi persaingan global, Airlangga menekankan bahwa Indonesia harus terus meningkatkan daya saing ekspor dan mengembangkan industri dalam negeri. Ia juga menekankan pentingnya investasi dalam infrastruktur dan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Airlangga juga menyoroti pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan mengawasi sistem keuangan. Ia menekankan bahwa Bank Indonesia harus terus memantau situasi ekonomi dan melakukan penyesuaian kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter.
Dalam beberapa tahun ke depan, Airlangga yakin bahwa pemerintah dapat meningkatkan stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa ini memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan ini, Airlangga menekankan pentingnya meningkatkan investasi dalam pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Dalam keseluruhan, Airlangga yakin bahwa pemerintah dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan efektif dan meningkatkan stabilitas ekonomi. Ia menekankan bahwa ini memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.





