123Berita – 10 Mei 2026 | Pasar valuta asing pada Jumat (8/5) menutup dengan nilai tukar rupiah yang melemah ke level Rp17.382 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan ekonom dan analis bahwa rupiah akan terus melemah di pekan depan.
Ekonom senior, Ekonom, mengatakan bahwa rupiah akan terus melemah jika tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter dan fiskal. Ia menyarankan pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi defisit transaksi berjalan dan meningkatkan investasi asing.
Sementara itu, analis keuangan, Analis, memperkirakan bahwa rupiah akan melemah hingga level Rp18.000 per dolar AS di pekan depan. Ia menyatakan bahwa sentimen negatif terhadap perekonomian Indonesia dan ketidakstabilan politik akan terus mempengaruhi nilai tukar rupiah.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor dan memperbaiki kondisi ekonomi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan investasi infrastruktur, memperkuat sektor riil, dan meningkatkan efisiensi birokrasi.
Dalam jangka panjang, pemerintah juga perlu fokus pada pengembangan sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan demikian, rupiah dapat stabil dan meningkat nilainya di masa depan.
Secara keseluruhan, melemahnya rupiah merupakan tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Namun, dengan kebijakan yang tepat dan tindakan yang efektif, diharapkan rupiah dapat kembali stabil dan meningkat nilainya di masa depan.





