123Berita – 10 April 2026 | Kontroversi seputar penciptaan lagu tema Asian Games 2022 kembali memanas setelah Reza Arap, rapper dan content creator terkenal, mengklaim dalam sebuah live streaming bahwa ia merupakan otak di balik melodi yang kini mengiringi acara olahraga multinasional tersebut. Pernyataan Arap memicu reaksi keras dari mantan rekannya, produser musik Gerald Liu, yang tak lama kemudian mengunggah video penjelasan yang menyertakan bukti-bukti konkret untuk membantah klaim sang artis.
Dalam siaran langsung yang berlangsung selama lebih dari satu jam, Reza Arap menegaskan bahwa ide utama, lirik, dan aransemen musik lagu Asian Games adalah hasil kerjanya. Ia mengutip proses kreatif yang melibatkan pembuatan demo awal pada akhir 2021, serta menyebutkan kolaborasi dengan beberapa musisi Indonesia yang tidak disebutkan namanya. Arap menambahkan bahwa ia pernah mengirimkan demo tersebut ke panitia penyelenggara Asian Games melalui jalur resmi, namun tidak mendapatkan balasan resmi.
Menanggapi pernyataan tersebut, Gerald Liu, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Arap dalam proyek musik lain, mengunggah video berdurasi sekitar lima menit ke platform media sosial. Dalam video itu, Liu menampilkan serangkaian dokumen, rekaman audio, serta timeline komunikasi yang menunjukkan bahwa ia, bukan Arap, memegang peran utama dalam penciptaan lagu tersebut. Liu menegaskan bahwa ia menulis melodi utama, mengatur orkestrasi, dan menyiapkan final mix yang kemudian di‑adopsi oleh panitia Asian Games.
Untuk memperkuat argumennya, Liu menyertakan tiga poin bukti utama:
- File proyek DAW (Digital Audio Workstation) berlabel “AsianGames_Official_Track” yang tercatat dibuat pada Juli 2021, lengkap dengan metadata yang menunjukkan nama produser sebagai “Gerald Liu”.
- Surat elektronik (email) antara Liu dan perwakilan Komite Penyelenggara Asian Games (OCAG) yang mengonfirmasi penerimaan demo pada Agustus 2021, beserta catatan revisi yang diminta oleh panitia.
- Rekaman audio mentah (raw) yang berisi vokal demo pertama, di mana suara penyanyi utama tidak terdengar seperti suara Reza Arap, melainkan penyanyi studio yang telah lama bekerja dengan Liu.
Ketiga bukti tersebut, menurut Liu, menunjukkan alur kerja yang transparan dan menolak tuduhan plagiarisme atau klaim kepemilikan yang tidak berdasar.
Sejumlah pengamat industri musik menilai bahwa perselisihan ini mencerminkan dinamika umum dalam kolaborasi kreatif, di mana peran masing‑masing kontributor kadang sulit diidentifikasi secara jelas. Analis musik, Dwi Prasetyo, menyatakan bahwa proses produksi sebuah lagu tema internasional biasanya melibatkan tim yang terdiri dari komposer, arranger, lyricist, serta produser eksekutif. “Jika tidak ada perjanjian tertulis yang mengatur hak cipta, sengketa semacam ini dapat muncul, terutama ketika karya tersebut mendapatkan sorotan publik,” ujarnya.
Pihak Komite Penyelenggara Asian Games (OCAG) belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim yang sedang beredar. Namun, dalam sebuah konferensi pers singkat pada hari Rabu, juru bicara OCAG menegaskan bahwa semua hak cipta lagu tema telah terdaftar secara resmi pada lembaga hak cipta nasional, dan proses seleksi lagu telah mengikuti prosedur yang ditetapkan. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pihaknya siap membantu menyelesaikan perbedaan pendapat melalui jalur hukum bila diperlukan.
Sementara itu, netizen Indonesia terbagi antara pendukung Reza Arap yang menganggapnya sebagai sosok kreatif yang layak mendapatkan pengakuan, dan pendukung Gerald Liu yang menilai bukti yang dipresentasikan cukup kuat untuk menolak klaim tersebut. Beberapa komentar di media sosial menyoroti pentingnya transparansi dalam industri musik, serta menyerukan agar artis dan produser menandatangani perjanjian kolaborasi yang jelas sejak awal.
Di balik perdebatan ini, terdapat implikasi lebih luas bagi industri musik Indonesia. Kasus ini dapat menjadi contoh bagi musisi muda tentang pentingnya mendokumentasikan proses kreatif, mengamankan hak cipta, dan menjaga komunikasi yang tercatat dengan pihak-pihak yang terlibat. Jika tidak, potensi sengketa dapat merusak reputasi serta menimbulkan kerugian finansial yang signifikan.
Kesimpulannya, klaim Reza Arap bahwa ia adalah pencipta lagu tema Asian Games 2022 telah dipertanyakan secara serius setelah Gerald Liu mengemukakan bukti-bukti yang menyatakan peranannya sebagai produser utama. Tanpa adanya pernyataan resmi dari panitia Asian Games, perseteruan ini masih berada di tahap publikasi dan verifikasi dokumen. Bagi para pelaku industri, kasus ini menegaskan kembali pentingnya kejelasan hak cipta dan prosedur kolaborasi yang terdokumentasi, sehingga potensi konflik di masa depan dapat diminimalisir.