123Berita – 28 Juli 2026 | Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya program rehabilitasi mangrove dalam mendukung produktivitas sektor perikanan dan ketahanan pangan di Indonesia. Mangrove, yang merupakan hutan bakau, berperan sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, sehingga sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Rehabilitasi mangrove juga memiliki manfaat lain, seperti mengurangi risiko abrasi pantai, mengatur pasang surut air laut, dan sebagai penyerap karbon dioksida. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melestarikan dan merehabilitasi mangrove yang ada, serta mengembangkan program penanaman mangrove baru di daerah-daerah yang membutuhkan.
Upaya rehabilitasi mangrove ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, maka diharapkan produksi pangan, terutama ikan dan hasil laut lainnya, dapat meningkat dan menjadi lebih stabil, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil laut yang melimpah dan bergizi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan merehabilitasi mangrove, termasuk penanaman mangrove baru dan pembangunan infrastruktur pendukung. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga perlu dilakukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk mendukung upaya rehabilitasi mangrove ini.
Dengan demikian, maka diharapkan rehabilitasi mangrove dapat berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi yang terus-menerus terhadap program rehabilitasi mangrove ini, sehingga dapat dilakukan penyesuaian dan perbaikan jika diperlukan.
Rehabilitasi mangrove ini juga memiliki dampak positif pada lingkungan, karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas air laut. Dengan demikian, maka dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dan pengembangan yang terus-menerus, sehingga dapat ditemukan metode dan teknologi yang efektif dan efisien untuk rehabilitasi mangrove. Oleh karena itu, perlu dilakukan kerja sama antara lembaga penelitian, pemerintah, dan swasta untuk mendukung upaya rehabilitasi mangrove ini.
Dalam kesimpulan, rehabilitasi mangrove sangat penting dalam mendukung produktivitas sektor perikanan dan ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk melestarikan dan merehabilitasi mangrove yang ada, serta mengembangkan program penanaman mangrove baru di daerah-daerah yang membutuhkan. Dengan demikian, maka diharapkan produksi pangan dapat meningkat dan menjadi lebih stabil, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil laut yang melimpah dan bergizi.





