Realisasi Penjualan Motor Listrik MBG Capai 21 Ribu Unit, Kepala BGN Ungkap Rencana Pengadaan 2025

Realisasi Penjualan Motor Listrik MBG Capai 21 Ribu Unit, Kepala BGN Ungkap Rencana Pengadaan 2025
Realisasi Penjualan Motor Listrik MBG Capai 21 Ribu Unit, Kepala BGN Ungkap Rencana Pengadaan 2025

123Berita – 08 April 2026 | Jakarta – Kepala Badan Garuda Nusantara (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa motor listrik buatan Motor Besar Garuda (MBG) telah berhasil menembus angka penjualan 21 ribu unit. Pencapaian ini menjadi bukti kuat bahwa strategi pemerintah dalam menggalakkan kendaraan listrik (EV) semakin membuahkan hasil, sekaligus menandai langkah signifikan dalam upaya dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

“Kami melihat peningkatan minat konsumen terhadap motor listrik tidak hanya dari segi teknologi, tetapi juga dari perspektif ekonomi jangka panjang,” ujar Dadan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor BGN. “Penjualan 21 ribu unit merupakan indikasi bahwa pasar domestik mulai terbuka lebar untuk produk lokal, sekaligus memberi sinyal positif bagi industri otomotif nasional untuk terus berinovasi.”

Bacaan Lainnya

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Kepala BGN dalam penjelasannya:

  • Target penjualan motor listrik MBG pada akhir 2024 diproyeksikan mencapai 30 ribu unit, dengan fokus pada segmen kota dan perkotaan.
  • Pengadaan motor listrik untuk program MBG tahun 2025 akan dialokasikan dalam anggaran sebesar Rp 1,2 triliun, mencakup pembelian, infrastruktur pengisian, serta pelatihan teknis bagi operator.
  • Kolaborasi strategis antara BGN, produsen motor lokal, dan lembaga riset akan diperkuat untuk mempercepat pengembangan teknologi baterai yang lebih efisien dan berbiaya rendah.
  • Insentif pajak dan subsidi harga jual motor listrik akan tetap menjadi komponen utama kebijakan pemerintah guna menurunkan hambatan harga bagi konsumen.

Pengembangan motor listrik MBG tidak lepas dari tantangan infrastruktur, terutama ketersediaan stasiun pengisian daya (SPK) yang masih terbilang terbatas di sebagian besar wilayah Indonesia. Dadan Hindayana menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pembangunan jaringan SPK melalui program kerja sama dengan sektor swasta, termasuk perusahaan energi dan perbankan, guna memastikan ketersediaan fasilitas pengisian yang memadai di setiap kota besar.

Selain itu, BGN juga menyiapkan program edukasi publik yang menargetkan masyarakat luas untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat penggunaan motor listrik, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Program ini meliputi kampanye media, seminar, serta pelatihan teknis bagi mekanik dan dealer resmi motor listrik.

Dalam jangka menengah, Dadan menilai bahwa pencapaian 21 ribu unit merupakan langkah awal yang harus diikuti dengan upaya konsisten untuk menambah volume produksi dan penjualan. “Kami menargetkan peningkatan produksi tahunan minimal 15 persen selama lima tahun ke depan, yang akan disokong oleh peningkatan kapasitas pabrik dan adopsi teknologi manufaktur terkini,” jelasnya.

Para pengamat industri otomotif menilai bahwa langkah BGN dalam mengintegrasikan motor listrik ke dalam kebijakan nasional akan mempercepat transisi energi di sektor transportasi. Menurut seorang analis di lembaga riset otomotif, kebijakan pengadaan motor listrik yang terstruktur dan terprogram akan menciptakan efek domino, meningkatkan kepercayaan investor, serta membuka peluang ekspor bagi produk motor listrik buatan Indonesia.

Namun, tantangan lain yang tetap harus dihadapi adalah harga baterai yang masih relatif tinggi, serta kebutuhan akan regulasi yang lebih jelas terkait standar keamanan dan kualitas produk EV. Dadan Hindayana menegaskan bahwa BGN akan bekerja sama dengan kementerian terkait untuk menyusun regulasi yang mendukung inovasi sekaligus melindungi konsumen.

Secara keseluruhan, pencapaian penjualan 21 ribu unit motor listrik MBG menandai momentum penting bagi industri otomotif Indonesia dalam era kendaraan listrik. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, alokasi anggaran yang memadai, serta sinergi antara sektor publik dan swasta, diharapkan motor listrik tidak hanya menjadi alternatif, tetapi menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam upaya mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas hidup.

Pengembangan ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang teknologi tinggi, serta menambah devisa melalui potensi ekspor motor listrik ke pasar internasional. Dengan langkah-langkah strategis yang terukur, motor listrik MBG siap mengukir sejarah baru dalam transformasi mobilitas berkelanjutan di Tanah Air.

Pos terkait