123Berita – 05 April 2026 | Palma, 5 April 2026 – Los Blancos kembali pulang dengan rasa pahit setelah dijatuhkan 1-2 oleh Mallorca di kandang Son Moix pada pekan ke‑30 LaLiga musim 2025/2026. Kekalahan ini menambah tekanan pada upaya Real Madrid merebut gelar juara, sementara Barcelona menambah jarak aman di puncak klasemen setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 beberapa jam kemudian.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memanfaatkan kesempatan untuk merotasi skuad, termasuk menurunkan Vinicius Junior ke bangku cadangan. Keputusan itu menimbulkan pertanyaan mengingat Vinicius baru kembali dari cedera dan menjadi salah satu aset penting menyerang. Meski begitu, Madrid menguasai tempo permainan di babak pertama dan seharusnya mampu mencetak dua gol, namun peluang-peluang emas yang diciptakan oleh Kylian Mbappé tidak berhasil diubah karena penampilan gemilang kiper Mallorca, Leo Roman.
Pada menit ke‑41, Pablo Maffeo mengirimkan umpan silang tepat ke dalam kotak penalti. Manuel Morlanes menyiapkan diri dengan baik, mengontrol bola dan mengeksekusi penyelesaian yang tenang, membuka skor bagi Mallorca. Gol tersebut menjadi satu‑satunya gol pada babak pertama dan memberi tim tuan rumah keunggulan 1-0 hingga jeda istirahat.
Memasuki babak kedua, Real Madrid berusaha bangkit tetapi respons awal tidak memuaskan. Arbeloa kemudian melakukan tiga rotasi sekaligus, menurunkan kembali Vinicius Junior, Jude Bellingham, serta Eder Militao ke lapangan. Pergantian tersebut membuahkan hasil pada menit ke‑88 ketika Militao, yang baru kembali dari cedera hamstring panjang sejak November 2025, menanduk bola sudut dari Trent Alexander‑Arnold dan mengirimkan bola ke arah gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1‑1.
Sayangnya kegembiraan Los Blancos tidak bertahan lama. Pada tambahan waktu pertama (90+1), Mateo Joseph memanfaatkan ruang di sayap kiri, menembus pertahanan Madrid, dan mengirimkan umpan terukur kepada Vedat Muriqi. Striker asal Kosovo tersebut menegaskan kembali keunggulan Mallorca dengan menyelesaikan satu‑satunya peluang yang ada, menjadikan skor akhir 2‑1 untuk tuan rumah.
Berikut susunan pemain yang memulai laga:
- Mallorca: Leo Roman; Pablo Maffeo, Mascarell, Valjent, Mojica; Darder, Manuel Morlanes (Mateo Joseph 70′), Samu (David Lopez 70′), Luvumbo (Antonio Sánchez 81′), Pablo Torre (Virgili 70′), Vedat Muriqi.
- Real Madrid: Andriy Lunin; Carreras, Huijsen (Eder Militao 59′), Rüdiger, Alexander‑Arnold, Moran (Vinicius Junior 59′); Tchouaméni, Camavinga (Jude Bellingham 60′), Güler (Pitarch 72′), Kylian Mbappé, Álvaro Díaz (Mastantuono 77′).
Kekalahan ini menurunkan Real Madrid ke posisi kedua klasemen dengan total 69 poin, tertinggal tujuh poin dari Barcelona yang kini mengokohkan diri di puncak. Sementara itu, Barcelona, yang baru saja mengalahkan Atletico Madrid, kini berada di atas dengan selisih poin yang semakin lebar, menegaskan ambisinya untuk mengamankan gelar LaLiga musim ini.
Secara taktis, rotasi skuad yang dilakukan oleh Arbeloa memperlihatkan niat untuk menjaga kebugaran pemain menjelang sisa pertandingan krusial. Namun, keputusan menurunkan Vinicius Junior pada menit‑menit awal menjadi bahan perdebatan, mengingat kecepatan dan kreativitasnya biasanya menjadi faktor penentu dalam menyerang. Di sisi lain, penampilan Eder Militao pada menit‑menit akhir menegaskan nilai pentingnya pemain yang kembali dari cedera, memberikan dorongan moral bagi tim meski pada akhirnya tidak cukup untuk menghindari kekalahan.
Untuk Mallorca, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing melawan tim-tim besar di liga. Penampilan Leo Roman menjadi sorotan utama, dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menyelamatkan timnya dari kebobolan lebih banyak gol. Kedua gol yang dicetak, baik melalui aksi Morlanes maupun Muriqi, menambah kepercayaan diri mereka dalam menghadapi laga‑laga berikutnya.
Dengan sisa jadwal LaLiga yang masih panjang, Real Madrid harus segera bangkit dan memperbaiki hasilnya jika ingin tetap bersaing di puncak. Barcelona, di sisi lain, berada dalam posisi yang menguntungkan dan akan berusaha memperlebar jarak poin lebih jauh lagi. Pertarungan antara dua raksasa Spanyol ini diprediksi akan semakin sengit menjelang akhir musim, dengan masing‑masing tim bertekad mengamankan gelar juara.
Kesimpulannya, kekalahan di Son Moix menambah beban pada pundak Real Madrid sekaligus mempertegas dominasi Barcelona di klasemen sementara. Kedua tim kini harus mengelola faktor kebugaran, strategi rotasi, dan konsistensi performa untuk menentukan nasib mereka di akhir musim LaLiga 2025/2026.





