123Berita – 04 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan instruksi yang cukup menarik terkait menu makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia melarang adanya telur dadar dalam menu Makan Bergizi (MBG) dan menginstruksikan agar telur disajikan dalam bentuk utuh, ceplok, atau rebus.
Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, ia memilih telur utuh, ceplok, atau rebus sebagai alternatif yang lebih sehat.
Keputusan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Dengan menyajikan makanan yang sehat dan bergizi, diharapkan masyarakat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dalam waktu dekat, SPPG diharapkan dapat menerapkan keputusan ini dan menyajikan telur dalam bentuk yang lebih sehat. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi.
Prabowo Subianto berharap bahwa keputusan ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk memperhatikan kualitas makanan yang disajikan. Dengan demikian, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Secara keseluruhan, keputusan Prabowo Subianto untuk melarang telur dadar di MBG dan menggantinya dengan telur utuh, ceplok, atau rebus merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menyajikan makanan yang sehat dan bergizi, diharapkan masyarakat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.





