123Berita – 08 April 2026 | Tim kepolisian di wilayah Semarang kini tengah melakukan pemburuan intensif terhadap dua tersangka yang diduga melakukan aksi penjambretan sadis di Jalan Halmahera, kawasan perumahan yang dikenal ramai pada sore hari. Kejadian itu terjadi pada hari Senin, ketika seorang wanita berusia 30-an berusaha melawan para perampok yang mencoba merampas tas serta barang berharga lainnya. Dalam upaya mempertahankan diri, korban mengalami luka serius pada wajahnya, termasuk memar, goresan, dan memar dalam yang mengharuskan penanganan medis segera.
Pihak kepolisian Semarang segera merespon laporan melalui unit Reskrim serta Tim Cepat Tanggap (TCT). Tim forensik melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, mengumpulkan jejak kaki, serat pakaian, serta rekaman CCTV yang berada di sekitar Jalan Halmahera. Dalam pernyataannya, Kapolres Semarang, Kombes Pol. Iwan Setiawan, menegaskan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus ini dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. “Kami telah mengidentifikasi beberapa titik kamera yang merekam aksi tersebut. Saat ini, tim kami sedang menganalisis rekaman untuk memperoleh gambaran jelas tentang ciri-ciri fisik pelaku serta kendaraan yang digunakan,” ujarnya.
Korban yang berhasil dievakuasi ke RS Bhakti Rahayu Semarang menjalani perawatan intensif. Dokter bedah plastik memberikan penjelasan singkat tentang tingkat keparahan luka, menyebutkan bahwa operasi rekonstruksi wajah diperlukan untuk meminimalisir bekas permanen. Sementara itu, keluarga korban mengungkapkan rasa trauma dan kekecewaan mendalam atas kejadian tersebut, menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi kejahatan yang mengganggu rasa aman warga di daerah perkotaan. Data kepolisian Provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan angka kejahatan jalanan, terutama pencurian dengan kekerasan, dalam enam bulan terakhir. Analis keamanan, Dr. Budi Santoso, mengaitkan tren ini dengan faktor ekonomi yang menurun serta kurangnya pengawasan patroli di wilayah yang padat penduduk.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama pada jam-jam rawan seperti senja hingga malam hari. Tips yang disampaikan meliputi menghindari berjalan sendirian di tempat sepi, selalu membawa nomor darurat, serta melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada petugas terdekat. Selain itu, polisi mengingatkan pentingnya penggunaan aplikasi pelaporan kejahatan yang kini tersedia secara gratis di ponsel pintar.
Upaya penyelidikan tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pemulihan psikologis korban. Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama Lembaga Konseling Keluarga (LKK) menawarkan layanan konseling gratis bagi korban kejahatan seksual dan kekerasan. Program ini diharapkan dapat membantu korban mengatasi trauma serta memulihkan kepercayaan diri setelah mengalami serangan brutal.
Dengan segala langkah yang telah diambil, kepolisian Semarang berjanji akan terus meningkatkan intensitas pencarian serta memperluas jaringan informan di wilayah tersebut. “Kami tidak akan berhenti sampai kedua tersangka ini berada di tangan hukum. Setiap langkah akan kami dokumentasikan demi kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” tutup Kapolres Iwan Setiawan. Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada dan bersatu melawan tindakan kriminal yang merusak tatanan sosial.





