Pinkan Mambo Ungkap Resep Donat Viral yang Ternyata Beda Rasa

Pinkan Mambo Ungkap Resep Donat Viral yang Ternyata Beda Rasa
Pinkan Mambo Ungkap Resep Donat Viral yang Ternyata Beda Rasa

123Berita – 08 April 2026 | Sejumlah netizen kembali memusatkan perhatian pada Pinkan Mambo setelah ia diundang dalam sebuah acara bincang-bincang mengenai fenomena donat yang sempat menggebrak media sosial beberapa bulan lalu. Donat yang dibuat oleh sang musisi itu sempat menjadi buah bibir karena penampilannya yang unik serta rasa yang tidak terduga. Namun, dalam wawancara terbaru, Pinkan mengungkapkan bahwa resep yang ia bagikan pada masa itu sebenarnya bersifat improvisasi dan hasil rasa akhir memang berbeda dari yang diharapkan.

Awal mula cerita bermula ketika Pinkan Mambo, yang dikenal sebagai vokalis band Koes Plus, memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia kuliner secara spontan. Ia mengaku terinspirasi oleh tren makanan rumahan yang tengah marak di platform video pendek. “Saya ingin membuat sesuatu yang simpel, mudah diikuti, dan tentunya mengundang rasa penasaran,” ujar Pinkan dalam percakapan santai itu.

Bacaan Lainnya

Donat yang ia ciptakan kemudian diunggah ke akun media sosialnya dengan caption yang menantang para pengikut untuk mencoba resep tersebut di rumah. Video proses pembuatan menampilkan Pinkan mencampur bahan-bahan dasar seperti tepung terigu, gula, telur, dan ragi, lalu menambahkan bahan tambahan yang tidak lazim, seperti selai kacang dan serpihan keju. Hasil akhir tampak menggugah selera, berwarna keemasan dengan taburan gula halus di atasnya.

Namun, setelah donat tersebut menjadi viral, banyak yang mengkritik rasa yang tidak konsisten. Beberapa komentar bahkan menyebutkan bahwa rasa donat terasa “ngasal” dan tidak seimbang. Menanggapi hal tersebut, Pinkan tidak mengelak. Ia menjelaskan bahwa resep yang dibagikan pada saat itu memang bersifat percobaan, tanpa melalui proses uji rasa yang ketat.

Berikut adalah poin‑poin utama yang dijelaskan Pinkan mengenai proses pembuatan donat tersebut:

  • Bahan dasar: Tepung terigu protein tinggi, ragi instan, gula pasir, telur, serta susu cair.
  • Tambahan improvisasi: Selai kacang, keju parut, dan sedikit coklat chip untuk memberi warna dan tekstur.
  • Proses pengadukan: Semua bahan dicampur hingga membentuk adonan yang halus, kemudian didiamkan selama 45 menit hingga mengembang.
  • Pemanggangan: Donat dibentuk bulat, digoreng dalam minyak panas dengan suhu 180°C selama 3‑4 menit per sisi.
  • Penyelesaian: Setelah matang, donat diberi lapisan gula halus dan sedikit sirup maple sebagai finishing.

Meski langkah‑langkah di atas tampak jelas, Pinkan menambahkan bahwa proporsi bahan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dapur masing‑masing. “Kalau Anda menambahkan terlalu banyak selai kacang, teksturnya akan menjadi berat dan rasa manisnya akan menutupi rasa keju,” ujarnya. “Itulah mengapa beberapa orang melaporkan rasa yang berbeda‑beda.

Selain mengakui bahwa resep tersebut tidak sempurna, Pinkan juga menekankan pentingnya kreativitas dalam memasak. Ia berpendapat bahwa eksperimen kuliner tidak selamanya harus menghasilkan rasa yang “perfect”. “Yang penting adalah proses belajar dan bersenang‑senang. Jika Anda mencoba sesuatu yang baru dan ternyata tidak sesuai harapan, itu tetap menjadi pelajaran berharga,” kata Pinkan dengan senyum.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian besar penggemar menghargai kejujuran sang artis dan tetap bersemangat mencoba resep improvisasi tersebut. Sementara itu, para kritikus kuliner menilai bahwa seorang publik figur sebaiknya lebih hati‑hati sebelum mengumumkan resep yang belum teruji, mengingat pengaruh besar yang dimiliki terhadap audiens.

Di sisi lain, fenomena donat viral Pinkan Mambo mengingatkan industri makanan digital bahwa tren makanan dapat muncul secara tiba‑tiba dan menyebar luas dalam hitungan jam. Keberhasilan donat tersebut bukan hanya karena rasa, melainkan juga kekuatan jaringan media sosial, visual menarik, serta keterlibatan artis yang memiliki basis penggemar yang loyal.

Pinkan menutup percakapan dengan harapan bahwa kisah donatnya menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin berkreasi di dapur. Ia mengajak para pengikutnya untuk tidak takut mencoba resep baru, meski hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi. “Masak itu seni, bukan ilmu pasti. Kalau Anda menikmati prosesnya, hasilnya akan terasa lebih bermakna,” pungkasnya.

Dengan demikian, meski donat Pinkan Mambo tidak menjadi resep standar yang diadopsi secara massal, cerita di baliknya tetap menjadi contoh nyata bagaimana selebriti dapat memengaruhi tren kuliner sekaligus menyoroti pentingnya kejujuran dan eksperimen dalam dunia gastronomi.

Pos terkait