123Berita – 01 Juni 2026 | Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk mengenang momen saat Ir. Soekarno pertama kali memperkenalkan gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Perjalanan sejarah lahirnya Pancasila tidaklah singkat. Semua dimulai dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945. BPUPKI dipimpin oleh Dr. Radjiman Wediodiningrat dan bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Dalam sidang BPUPKI, Ir. Soekarno memperkenalkan gagasan tentang dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Gagasan ini disambut baik oleh anggota BPUPKI lainnya, termasuk Mohammad Hatta dan Mr. Mohammad Yamin.
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai "Lahirnya Pancasila". Dalam pidato tersebut, Ir. Soekarno menjelaskan tentang lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Setelah BPUPKI, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI dipimpin oleh Ir. Soekarno dan bertujuan untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pancasila kemudian dijadikan sebagai dasar negara Indonesia dan menjadi bagian dari Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam perjalanan sejarahnya, Pancasila telah mengalami beberapa perubahan dan penafsiran. Namun, inti dari Pancasila tetap sama, yaitu sebagai dasar negara yang mengutamakan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah lahirnya Pancasila dan memperkuat komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.





