Pengangkatan Mast Kapal Bangkai Berbahan Peledak di Sungai Thames Siapkan Proyek Senilai £9,5 Juta

Pengangkatan Mast Kapal Bangkai Berbahan Peledak di Sungai Thames Siapkan Proyek Senilai £9,5 Juta
Pengangkatan Mast Kapal Bangkai Berbahan Peledak di Sungai Thames Siapkan Proyek Senilai £9,5 Juta

123Berita – 09 April 2026 | Di tengah upaya meningkatkan keamanan maritim di perairan Inggris, sebuah kapal bangkai yang terdampar di Sungai Thames dan diketahui mengandung bahan peledak kini akan menjalani proses pengangkatan mast secara menyeluruh. Pemerintah Inggris telah menandatangani kontrak senilai hampir £9,5 juta dengan perusahaan khusus untuk menurunkan dan mengamankan empat tiang utama kapal tersebut, yang selama bertahun‑tahun menjadi sorotan publik karena potensi bahaya yang mengintai.

Kapal yang menjadi fokus operasi ini adalah bangkai yang berada tak jauh dari pantai Essex, dekat dengan wilayah Kent. Meskipun keberadaannya sudah dikenal sejak Perang Dunia II, baru-baru ini ditemukan bahwa bagian dalam kapal masih menyimpan muatan amunisi yang belum dinonaktifkan sepenuhnya. Penemuan ini memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan penduduk setempat yang menganggap kapal itu sebagai “bangkai kiamat” dan mengkhawatirkan kemungkinan menjadi target teroris atau bahkan menjadi sasaran strategis negara lain.

Bacaan Lainnya
  • Survei struktural mendetail menggunakan teknologi sonar dan pemindaian tiga dimensi untuk memetakan posisi dan kondisi mast serta muatan peledak di dalamnya.
  • Pemasangan rangka penopang khusus di sekitar tiang untuk mencegah pergerakan tak terduga selama proses pemotongan.
  • Pemotongan mast secara bertahap dengan peralatan pemotong hidrolik yang dilengkapi sensor tekanan untuk meminimalkan getaran.
  • Pengangkutan bagian mast yang terpotong ke kapal pendukung yang telah dilengkapi fasilitas penanganan bahan berbahaya.
  • Pengamanan dan pemusnahan bahan peledak oleh tim penjinak bom bersertifikat, dengan prosedur penonaktifan yang mematuhi standar NATO.

Tim yang ditunjuk untuk melaksanakan proyek ini terdiri dari insinyur kelautan, ahli struktural, dan penjinak bom yang memiliki pengalaman dalam operasi serupa di zona konflik. Mereka akan beroperasi selama empat minggu, dengan jadwal kerja yang disesuaikan untuk menghindari jam-jam sibuk pelayaran komersial di Thames.

Kontrak senilai £9,5 juta tersebut mencakup tidak hanya pengangkatan mast, tetapi juga biaya logistik, asuransi, dan penyelidikan lanjutan terhadap muatan peledak. Anggaran ini telah disetujui oleh Kementerian Pertahanan dan Departemen Lingkungan, yang menekankan pentingnya menyeimbangkan antara keamanan publik dan pelestarian warisan sejarah kapal tersebut.

Sementara pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi publik, penduduk setempat menyuarakan keprihatinan mereka. Warga di daerah Kent dan Essex mengadakan pertemuan komunitas, menuntut transparansi penuh tentang risiko yang dihadapi serta jaminan bahwa operasi tidak akan mengganggu kehidupan sehari‑hari mereka. Beberapa bahkan mengingatkan bahwa kapal itu pernah menjadi subjek rumor bahwa ia merupakan target potensial bagi Iran, mengingat lokasi strategisnya dekat selat yang menjadi jalur perdagangan penting.

Para ahli sejarah maritim menambahkan dimensi lain pada perdebatan ini. Kapal tersebut diyakini merupakan bagian dari armada militer Inggris yang ditinggalkan setelah akhir konflik pada 1940‑an. Struktur besi yang masih kokoh serta sisa‑sisa amunisi menjadi bukti nyata dari era perang, sekaligus mengingatkan pada pentingnya pelestarian artefak bersejarah. Namun, mereka sepakat bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama.

Proses pengangkatan mast dijadwalkan akan dimulai pada awal Mei 2024, dengan harapan seluruh operasi selesai sebelum akhir Juni. Selama periode ini, otoritas pelabuhan akan menutup sebagian area perairan Thames untuk kapal komersial dan rekreasi, serta memberikan peringatan kepada pelaut melalui radio VHF dan sistem navigasi digital. Pemerintah juga menyiapkan rencana evakuasi darurat jika terjadi insiden tak terduga.

Jika berhasil, proyek ini akan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menangani ancaman maritim yang kompleks. Penghapusan mast tidak hanya akan mengurangi risiko ledakan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengevaluasi kembali keberadaan bangkai kapal tersebut, termasuk kemungkinan pemulihan artefak atau bahkan pengangkatan seluruh struktur kapal untuk tujuan konservasi.

Secara keseluruhan, pengangkatan mast kapal bangkai berbahan peledak di Sungai Thames mencerminkan tantangan yang dihadapi pemerintah Inggris dalam mengelola warisan militer sekaligus melindungi keselamatan publik. Dengan dana yang signifikan, teknologi canggih, dan tim ahli yang berpengalaman, diharapkan proses ini dapat selesai tepat waktu tanpa menimbulkan kecelakaan. Keberhasilan proyek ini akan memberikan rasa aman bagi penduduk setempat dan pelaut, sekaligus menjadi referensi penting bagi negara lain yang menghadapi situasi serupa di perairan mereka.

Pos terkait