123Berita – 19 Juli 2026 | Didier Deschamps, pelatih Timnas Prancis, telah menutup 14 tahun karier emasnya dengan kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris di perebutan tempat ketiga. Kekalahan ini menjadi akhir dari era Deschamps di timnas Prancis.
Deschamps telah menjadi pelatih Timnas Prancis sejak 2012 dan telah memimpin tim tersebut meraih beberapa gelar, termasuk Piala Dunia 2018. Namun, kekalahan dari Inggris ini menjadi akhir dari era Deschamps.
Inggris berhasil mencetak 4 gol dalam pertandingan tersebut, dengan 2 gol dari Harry Kane dan 1 gol dari Mason Mount. Sementara itu, Prancis hanya berhasil mencetak 2 gol, dengan 1 gol dari Kylian Mbappe dan 1 gol dari Olivier Giroud.
Kekalahan ini menjadi kekalahan kedua bagi Prancis dalam turnamen tersebut, setelah sebelumnya mereka kalah dari Jerman di babak penyisihan grup. Namun, Prancis masih memiliki kesempatan untuk memenangkan turnamen tersebut, tetapi kekalahan dari Inggris ini telah menghancurkan harapan mereka.
Deschamps telah mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah turnamen tersebut. Dia telah menjadi pelatih Timnas Prancis selama 14 tahun dan telah memimpin tim tersebut meraih beberapa gelar.
Keputusan Deschamps untuk meninggalkan posisinya sebagai pelatih Timnas Prancis telah menjadi topik perbincangan di kalangan penggemar sepak bola. Beberapa orang mengatakan bahwa keputusan Deschamps ini adalah keputusan yang tepat, karena dia telah memimpin tim tersebut selama 14 tahun dan telah meraih beberapa gelar.
Namun, beberapa orang lainnya mengatakan bahwa keputusan Deschamps ini adalah keputusan yang salah, karena dia masih memiliki kemampuan untuk memimpin tim tersebut meraih gelar lainnya.
Terlepas dari keputusan Deschamps, kekalahan Prancis dari Inggris ini telah menjadi akhir dari era Deschamps di timnas Prancis. Prancis harus segera mencari pelatih baru untuk memimpin tim tersebut meraih gelar lainnya.
Di akhir turnamen, Prancis harus melakukan evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan tim tersebut. Mereka harus melakukan perubahan untuk memperbaiki tim tersebut dan mempersiapkan diri untuk turnamen lainnya.





