123Berita – 26 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mengalami perjalanan yang panjang dan dinamis sejak era Soekarno hingga saat ini. Pada Mei 2026, nilai tukar rupiah mencapai level terlemah sepanjang sejarah Indonesia, yaitu Rp17.600 per dolar AS.
Perjalanan nilai tukar rupiah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, inflasi, dan kondisi ekonomi global. Pada era Soekarno, nilai tukar rupiah relatif stabil, tetapi pada era Orde Baru, nilai tukar rupiah mengalami penurunan yang signifikan.
Pada era Reformasi, nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi yang besar, dipengaruhi oleh krisis moneter Asia dan kondisi ekonomi global. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, nilai tukar rupiah relatif stabil, tetapi pada era Presiden Joko Widodo, nilai tukar rupiah mengalami penurunan yang signifikan.
Nilai tukar rupiah yang lemah dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, termasuk meningkatkan biaya impor, menurunkan daya beli masyarakat, dan mempengaruhi stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang tepat untuk mengelola nilai tukar rupiah dan mempertahankan stabilitas ekonomi.
Prabowo, sebagai calon presiden, memiliki visi untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, inflasi, dan kondisi ekonomi global.
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah telah mengalami penurunan yang signifikan, dipengaruhi oleh krisis moneter global dan kondisi ekonomi domestik. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah dan mengembangkan kebijakan yang tepat untuk mengelola nilai tukar rupiah.
Secara keseluruhan, perjalanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mengalami perubahan yang signifikan sejak era Soekarno hingga saat ini. Nilai tukar rupiah yang lemah dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dan perlu dilakukan kebijakan yang tepat untuk mengelola nilai tukar rupiah dan mempertahankan stabilitas ekonomi.





