123Berita – 01 Agustus 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkapkan praktik culas peredaran beras fortifikasi yang merugikan konsumen dan negara. Menurut Amran, praktik ini telah menyebabkan kerugian sebesar Rp127 triliun. Ia menegaskan bahwa praktik culas ini harus segera dihentikan karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan merugikan negara.
Amran menjelaskan bahwa beras fortifikasi adalah beras yang telah diperkaya dengan nutrisi tambahan, seperti vitamin dan mineral. Namun, beberapa pelaku usaha tidak bertanggung jawab telah melakukan praktik culas dengan memalsukan beras fortifikasi atau tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa praktik culas ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, karena mereka membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, praktik culas ini juga dapat merugikan negara karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.
Amran berjanji untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik culas peredaran beras fortifikasi. Ia juga menghimbaukan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk beras fortifikasi dan memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Dalam upaya untuk mengatasi praktik culas ini, Amran juga berencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi beras fortifikasi yang berkualitas. Ia berharap bahwa dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat membuat pilihan yang tepat dan mendukung produk dalam negeri yang berkualitas.
Di akhir, Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk melindungi kesehatan dan kepentingan masyarakat, serta meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Ia berharap bahwa dengan kerja sama dari semua pihak, praktik culas peredaran beras fortifikasi dapat dihentikan dan masyarakat dapat menikmati produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.
