123Berita – 11 Agustus 2026 | Maraknya peredaran beras fortifikasi abal-abal di Indonesia telah memicu kekhawatiran di kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nevi Zuairina, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, menyatakan bahwa fenomena ini dapat merusak kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang seharusnya aman dan berkualitas.
Untuk mengatasi masalah ini, Nevi menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku usaha yang melakukan praktik ilegal. Selain itu, perlu dilakukan kampanye kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya memilih produk pangan yang aman dan berkualitas.
Peredaran beras fortifikasi abal-abal juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pengawasan mutu pangan di Indonesia. Nevi Zuairina menyarankan agar lembaga terkait, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan, untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam mengawasi kualitas pangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, upaya fortifikasi pangan telah dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi masyarakat. Namun, maraknya peredaran produk abal-abal dapat menghambat upaya ini dan membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk pangan yang aman dan berkualitas.
Di akhir, Nevi Zuairina menegaskan bahwa DPR akan terus memantau dan mengawal upaya pemerintah dalam menangani peredaran beras fortifikasi abal-abal. Ini merupakan komitmen untuk melindungi kepentingan konsumen dan meningkatkan kualitas pangan di Indonesia.





