123Berita – 06 April 2026 | Seorang idola K‑pop tak hanya dikenal lewat suara dan tarian, tetapi juga lewat kebiasaan sehari‑hari yang menggemaskan. Mark Lee, rapper sekaligus penari utama grup NCT, baru‑baru ini menarik perhatian publik dengan serangkaian foto santai yang menampilkan kegemarannya menghabiskan waktu bersama makanan ringan, mulai dari cupcake lembut hingga es krim yang menyegarkan.
Mark Lee, yang lahir pada 1999 di Toronto, Kanada, menapaki kariernya bersama NCT sejak debut pada tahun 2016. Di luar panggung, ia dikenal memiliki kepribadian yang ramah, humoris, dan tidak ragu mengekspresikan selera kulinernya kepada para penggemar. Pada beberapa kesempatan, anggota grup ini membagikan momen menggemil di media sosial, memperlihatkan dirinya menikmati sepotong cupcake berlapis krim, atau berbagi tawa sambil menukarkan sendok es krim dengan rekan se‑grup.
Serangkaian foto yang diunggah ke platform visual menampilkan Mark Lee dengan ekspresi bahagia sambil memegang cupcake berwarna pastel, lengkap dengan hiasan taburan sprinkles yang mengundang selera. Tidak hanya sekadar menampilkan makanan, foto-foto tersebut menonjolkan sisi personal sang artis: gaya hidup santai, interaksi hangat dengan anggota NCT lainnya, serta kegembiraan yang menular ke para penggemar.
Berbagai momen tersebut menjadi bahan perbincangan di kalangan netizen. Banyak yang menganggap Mark Lee sebagai “foodie” yang relatable, karena ia tidak segan menampilkan diri dalam situasi sederhana—menikmati makanan penutup bersama sahabat. Hal ini memperkuat citra NCT sebagai grup yang tidak hanya menonjol di atas panggung, tetapi juga memiliki dinamika persahabatan yang kuat di luar sorotan publik.
Berikut beberapa highlight yang paling menonjol:
- Cupcake Party: Dalam satu sesi foto, Mark Lee terlihat duduk di sebuah kafe bergaya minimalis, dikelilingi tiga jenis cupcake—vanilla dengan buttercream, red velvet dengan krim keju, serta matcha dengan krim putih. Ia memotong cupcake dengan hati‑hati, lalu menatap kamera sambil tersenyum lebar, menampilkan sisi manis dan bersahaja.
- Es Krim Bersama NCT: Di sebuah taman terbuka, Mark dan anggota NCT lainnya menikmati es krim dalam cone berwarna-warni. Momen tersebut tidak hanya menampilkan kebersamaan, tetapi juga menyoroti kehangatan hubungan antar anggota yang saling mendukung satu sama lain.
- Snack Break di Studio: Selama rekaman musik video, Mark Lee sering kali menyisipkan waktu singkat untuk mengunyah camilan ringan—biasanya berupa biskuit atau permen karet. Kebiasaan ini menjadi “ritual” kecil yang membantu menjaga stamina selama proses kreatif yang intens.
Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan ini ternyata memberikan dampak positif pada citra personal Mark Lee. Dalam dunia K‑pop yang kompetitif, kemampuan seorang idol untuk tetap otentik dan dekat dengan penggemar menjadi nilai jual penting. Foto-foto santai tersebut tidak hanya menambah dimensi baru pada persona Mark Lee, tetapi juga meningkatkan engagement pada akun media sosial resmi NCT, dengan ribuan komentar dan likes yang menandakan antusiasme penggemar.
Dari perspektif pemasaran, perilaku konsumsi makanan ringan Mark Lee membuka peluang kolaborasi brand makanan dan minuman. Beberapa perusahaan dessert lokal bahkan menyatakan minat untuk menjalin kerja sama khusus, mengingat popularitas sang idol di kalangan Gen‑Z. Potensi endorsement ini dapat meningkatkan eksposur produk sekaligus memperkuat positioning brand sebagai “trend‑setting”.
Selain aspek komersial, fenomena ini juga mencerminkan tren budaya pop di Indonesia, di mana para penggemar K‑pop tidak hanya mengikuti musik dan tarian, tetapi juga meniru gaya hidup idol mereka, termasuk pilihan makanan. Hal ini mendorong pertumbuhan komunitas fan‑art, vlog kuliner, dan bahkan komunitas makan bersama yang mengadakan meet‑up bertema dessert khusus para penggemar NCT.
Secara keseluruhan, Mark Lee berhasil menampilkan sisi manusiawi yang mudah dikenali, sekaligus menegaskan posisi NCT sebagai grup yang menyatu dengan kehidupan sehari‑hari penggemarnya. Dengan menampilkan momen sederhana seperti menikmati cupcake atau es krim bersama teman, ia menciptakan jembatan emosional yang kuat antara artis dan audiens.
Ke depan, penggemar dapat berharap akan lebih banyak lagi konten eksklusif yang menampilkan Mark Lee dalam situasi santai, baik di studio, kafe, ataupun saat traveling. Sementara itu, industri hiburan dan kuliner dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan konten kolaboratif yang menyatukan musik, gaya hidup, dan selera rasa.
Kesimpulannya, kegemaran Mark Lee terhadap makanan penutup tidak sekadar hobi pribadi, melainkan elemen penting dalam strategi personal branding yang memperkuat ikatan dengan para penggemar, membuka peluang bisnis, dan menambah warna baru pada narasi K‑pop di kancah internasional.





