123Berita – 08 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Tim Aprilia Racing kembali menjadi sorotan setelah performa kontradiktif ridernya, Marco Bezzecchi, pada pekan balapan MotoGP akhir pekan ini. Pada balapan utama, Bezzecchi menunjukkan kecepatan dan ketangguhan yang mengesankan, namun saat beralih ke sprint race, ia mengalami penurunan drastis yang membuat tim harus mengevaluasi strategi dan persiapan.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers singkat setelah sprint race selesai, Rivola menegaskan bahwa “Marco perlu memperbaiki performa di sprint race agar tidak kehilangan poin penting dalam kejuaraan”. Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan manajemen tim terhadap konsistensi hasil yang diharapkan dari pembalap kelas dunia.
Balapan utama yang berlangsung di sirkuit Silverstone menjadi panggung bagi Bezzecchi untuk menampilkan keahliannya. Menggunakan motor Aprilia RS-GP yang telah dioptimalkan dengan setelan aerodinamika terbaru, ia berhasil menembus zona terdepan sejak awal. Pada lap pertama, Bezzecchi berada di posisi ketiga, kemudian melaju ke posisi kedua dan akhirnya mengamankan podium dengan finish ketiga. Keberhasilan ini tidak lepas dari kombinasi kecepatan lurus, pengambilan tikungan yang presisi, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Sementara itu, sprint race yang berlangsung hanya setengah jarak balapan utama menuntut konsistensi kecepatan dalam interval waktu yang lebih singkat. Di sinilah Bezzecchi mengalami penurunan performa yang signifikan. Pada awal sprint, ia tampak berada di posisi empat, namun dalam beberapa lap berikutnya, motornya kehilangan tenaga di bagian tengah trek, membuatnya terpaksa turun ke posisi sepuluh dan akhirnya mengakhiri balapan di luar poin.
Rivola mengidentifikasi beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab penurunan tersebut. Pertama, pengaturan motor untuk sprint race yang berbeda dari balapan utama, terutama dalam hal pengaturan bahan bakar dan sistem pengereman. Kedua, tekanan mental yang meningkat pada rider yang harus beradaptasi dalam waktu singkat antara dua balapan pada hari yang sama. Ketiga, kondisi ban yang mungkin tidak optimal untuk lintasan sprint yang lebih agresif.
“Kami sedang meninjau data telemetri secara mendetail,” ujar Rivola. “Tim teknik akan melakukan analisis pada setting suspensi, mapping mesin, serta strategi pemilihan ban untuk sprint race selanjutnya. Kami yakin Bezzecki memiliki potensi untuk memperbaiki hal ini, mengingat penampilannya yang sudah terbukti di balapan utama.”
Para pengamat MotoGP menilai bahwa perbedaan performa ini bukanlah hal yang asing dalam dunia balap motor. “Sprint race menuntut pendekatan taktis yang berbeda, karena tidak ada waktu untuk memperbaiki kesalahan,” kata Budi Santoso, analis balap motor di TVRI. “Jika tim tidak menyesuaikan setup motor dan strategi rider, maka hasilnya bisa sangat bervariasi, seperti yang terlihat pada Bezzecchi.”
Ke depan, Aprilia Racing dijadwalkan untuk melakukan sesi latihan tambahan di sirkuit Valencia sebelum melanjutkan ke Grand Prix berikutnya. Rivola menekankan pentingnya kerja sama antara rider, tim teknik, dan manajemen untuk mengoptimalkan performa pada kedua jenis balapan. “Kami tidak hanya mengejar kemenangan di satu balapan saja, melainkan poin konsisten dalam kejuaraan,” tegasnya.
Dengan persaingan yang kian ketat di kelas MotoGP, setiap poin menjadi krusial. Jika Bezzecchi dapat mengatasi masalah di sprint race, ia berpotensi menjadi penantang serius bagi pembalap-pembalap top seperti Francesco Bagnaia dan Joan Mir. Namun, kegagalan untuk menstabilkan performa dapat mengakibatkan tekanan tambahan pada tim Aprilia untuk mencari alternatif strategi atau bahkan mengkaji kembali kebijakan pengembangan motor.
Kesimpulannya, perbedaan wajah Marco Bezzecchi antara balapan utama yang solid dan sprint race yang kurang memuaskan menandakan kebutuhan mendesak bagi Aprilia Racing untuk mengoptimalkan setelan teknis dan mental rider. Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, harapan tetap terbuka bagi Bezzecchi untuk kembali bersaing di puncak klasemen MotoGP.





