123Berita – 04 April 2026 | Manchester City kembali menatap agenda penting pada Sabtu, 4 April, ketika mereka akan berhadapan dengan Liverpool di perempat final Piala FA. Pertandingan ini tidak sekadar menjadi satu laga tambahan dalam kalender kompetisi domestik, melainkan menjadi ujian bagi Pep Guardiola dan skuadnya untuk memperpanjang catatan konsistensi yang belum pernah tercapai sebelumnya: tujuh semifinal beruntun di turnamen paling bergengsi di Inggris itu.
Sejak pertama kali menembus semifinal pada musim 2015/2016, City telah mengukir rekor luar biasa dengan melaju ke babak delapan besar secara berurutan hingga kini. Rekor tersebut menempatkan mereka di puncak sejarah Piala FA, mengingat kompetisi knockout yang dikenal penuh kejutan dan kemungkinan keluarnya tim underdog di tahap awal. Bagi Guardiola, yang juga mengantarkan klub meraih gelar Carabao Cup dua pekan sebelumnya, pencapaian ini menjadi motivasi tambahan untuk menambah trofi dalam lemari piala.
“Kami ingin menambah satu gelar lagi setelah kesuksesan di Carabao Cup. Menghadapi tim-tim terbaik di Premier League dan Liga Champions menuntut standar tertinggi, dan Piala FA adalah ujian yang tepat untuk menguji mental serta kualitas kami,” kata Guardiola dalam konferensi pers pra‑pertandingan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menembus semifinal ke‑8 secara beruntun belum pernah terjadi dalam sejarah kompetisi ini, sehingga menambah beban psikologis sekaligus kebanggaan bagi seluruh elemen klub.
Berikut beberapa statistik yang menyoroti dominasi City di Piala FA selama tujuh musim terakhir:
- 7 semifinal beruntun (2015/16 hingga 2021/22).
- 4 penampilan di final dalam rentang yang sama.
- Rata‑rata gol per pertandingan di fase knockout: 2,3 gol.
- Rasio kemenangan: 78%.
Statistik tersebut mencerminkan pola permainan yang konsisten, dengan kontrol penguasaan bola tinggi serta kemampuan memanfaatkan peluang secara efisien. Namun, tantangan melawan Liverpool tidak dapat dianggap remeh. Liverpool, yang dipimpin oleh Jurgen Klopp, dikenal dengan tekanan tinggi dan transisi cepat yang dapat mengganggu ritme permainan lawan.
Dalam konteks persaingan, Guardiola menambahkan, “Kami sudah terbiasa menghadapi tekanan, namun Liverpool selalu menyiapkan strategi yang sulit diprediksi. Ini akan menjadi pertandingan yang menarik dan menguji kesiapan mental kami.” Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan suporter, yang ia harapkan dapat memberikan energi tambahan bagi tim di Etihad Stadium.
Tak hanya fokus pada taktik, Guardiola juga menekankan pentingnya rotasi pemain mengingat jadwal padat. Pada pekan yang sama, City harus bersaing di Liga Premier serta persiapan untuk Liga Champions. Oleh karena itu, manajer tersebut menyiapkan skuad yang fleksibel, memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk menunjukkan kualitasnya di panggung besar.
Pengamat sepak bola menilai bahwa pencapaian semifinal beruntun selama tujuh tahun merupakan bukti bahwa City telah menciptakan budaya kemenangan yang berkelanjutan. Mereka menyoroti bagaimana investasi klub dalam infrastruktur, akademi, serta kebijakan perekrutan yang cermat berkontribusi pada konsistensi tersebut.
Selain itu, keberhasilan City di Piala FA juga memperkuat posisi mereka dalam perbincangan tentang dominasi klub Inggris di kancah Eropa. Dengan menambah satu trofi lagi, City tidak hanya meningkatkan koleksi domestik, tetapi juga menambah kredibilitas sebagai pesaing serius di kompetisi internasional.
Menjelang pertandingan, para pemain City telah melaksanakan sesi latihan intensif, dengan penekanan pada penguasaan bola di area pertahanan serta pergerakan tanpa bola. Guardiola menekankan pentingnya kecepatan transisi, mengingat Liverpool cenderung menekan tinggi sejak awal.
Jika City berhasil melaju ke semifinal kedelapan, catatan tersebut akan menjadi pencapaian historis yang belum pernah tercatat dalam arsip resmi Piala FA. Hal ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi klub, tetapi juga bagi pendukungnya yang telah menyaksikan perjalanan tim selama beberapa tahun terakhir.
Terlepas dari hasil akhir, pertandingan melawan Liverpool dipastikan akan menjadi salah satu laga paling menegangkan di fase perempat final. Bagi Guardiola, tujuan utama tetap jelas: menambah satu gelar lagi, memperpanjang rekor semifinal beruntun, dan menunjukkan bahwa Manchester City memang layak disebut sebagai salah satu tim terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Dengan dukungan suporter, kualitas skuad yang mendalam, dan strategi manajerial yang matang, City berada di posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju sejarah baru di Piala FA.





