123Berita – 15 Juli 2026 | Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, baru-baru ini melontarkan kritik keras kepada UEFA dan FIFA. Ia menyebut klub sepak bola hanya menjadi “boneka” yang dimanfaatkan oleh kedua organisasi sepak bola tersebut. De Laurentiis mengungkapkan bahwa UEFA dan FIFA mendapatkan keuntungan besar dari klub-klub sepak bola, namun klub-klub tersebut justru terus merugi.
Situasi ini dinilai tidak adil oleh De Laurentiis, karena klub-klub sepak bola harus mengeluarkan biaya besar untuk mempertahankan tim dan pemain, sementara UEFA dan FIFA hanya memperoleh keuntungan tanpa harus mengeluarkan biaya yang sama. De Laurentiis juga mengungkapkan rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 70 ribu penonton, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan klub dan mengurangi kerugiannya.
De Laurentiis menekankan bahwa klub sepak bola harus diperlakukan dengan adil dan tidak hanya dianggap sebagai sumber pendapatan bagi UEFA dan FIFA. Ia juga menyarankan agar dilakukan perubahan dalam struktur keuangan sepak bola, sehingga klub-klub dapat memperoleh pendapatan yang lebih adil dan tidak terlalu bergantung pada sponsor dan iklan.
Kritik De Laurentiis ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak, karena ia merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola. Namun, perlu diingat bahwa permasalahan keuangan sepak bola sangat kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif. Oleh karena itu, perlu dilakukan diskusi dan kerja sama antara semua pihak yang terkait untuk mencari solusi yang adil dan efektif.
Di sisi lain, rencana pembangunan stadion baru oleh Napoli dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugiannya. Dengan demikian, diharapkan klub-klub sepak bola dapat menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada UEFA dan FIFA.
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola telah menjadi salah satu industri yang paling menguntungkan di dunia. Namun, perlu diingat bahwa keuntungan ini tidak hanya dinikmati oleh UEFA dan FIFA, tetapi juga oleh klub-klub sepak bola dan pemain-pemain. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memastikan bahwa keuntungan ini dibagi dengan adil dan tidak hanya dinikmati oleh beberapa pihak.
Untuk mencapai hal ini, perlu dilakukan perubahan dalam struktur keuangan sepak bola, sehingga klub-klub dapat memperoleh pendapatan yang lebih adil dan tidak terlalu bergantung pada sponsor dan iklan. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan sepak bola, sehingga semua pihak dapat memantau dan mengevaluasi penggunaan dana dengan efektif.
Dalam kesimpulan, kritik De Laurentiis terhadap UEFA dan FIFA merupakan salah satu contoh dari permasalahan keuangan sepak bola yang kompleks. Namun, dengan melakukan perubahan dalam struktur keuangan sepak bola dan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, diharapkan klub-klub sepak bola dapat menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada UEFA dan FIFA. Dengan demikian, sepak bola dapat menjadi salah satu industri yang paling menguntungkan dan adil di dunia.





