123Berita – 05 April 2026 | Manchester City menunjukkan dominasinya di perempatfinal Piala FA 2025-2026 dengan mengalahkan Liverpool 4-0 pada laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Manchester, pada Selasa (4/4/2026). Kemenangan telak ini tidak hanya mengamankan tempat City di semifinal, tetapi juga menegaskan performa luar biasa penyerang asal Norwegia, Erling Haaland, yang mencetak hattrick pada pertandingan penting tersebut.
Sejak peluit pertama, City menguasai penguasaan bola dengan persentase di atas 65 persen. Sistem permainan Pep Guardiola yang menekankan tekanan tinggi dan pergerakan cepat di lini tengah berhasil menutup ruang gerak Liverpool. Pada menit ke-12, Kevin De Bruyne menyalurkan umpan terobosan kepada Haaland di sisi kanan kotak penalti. Striker berusia 23 tahun itu mengeksekusi tembakan keras ke sudut kanan atas gawang, membuka keunggulan pertama bagi The Citizens.
Tak lama setelah itu, pada menit ke-27, City menambah gol lewat kombinasi cepat antara Riyad Mahrez dan Phil Foden. Mahrez menerima umpan silang pendek dari Foden, kemudian mengirim bola kembali ke dalam kotak penalti. Haaland, yang sudah berada di posisi yang tepat, menyelesaikan dengan sundulan halus, menjadikannya gol kedua dalam waktu singkat.
Liverpool yang dipimpin oleh Jürgen Klopp berusaha bangkit melalui serangan balik, namun pertahanan City yang dipimpin oleh Ruben Dias dan John Stones tampil solid. Pada menit ke-41, City memperbesar selisih lewat gol dari Bernardo Silva. Setelah menerima bola di sisi kiri, Silva mengelak dari dua bek Liverpool, melanjutkan dribbling hingga berada di tepi kotak penalti, kemudian menembakkan bola yang melesat melewati penjaga gawang Alisson Becker.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 3-0 bagi City. Gol ketiga Haaland menjadi bukti keefektifan pola serangan tim asuhnya, dimana pergerakan tanpa bola dan posisi yang selalu berada di area berbahaya menjadi keunggulan utama.
Memasuki babak kedua, Liverpool mencoba menambah intensitas dengan menurunkan taktik menekan tinggi, namun City tetap mengendalikan tempo pertandingan. Pada menit ke-68, Haaland kembali mencetak gol ke-4, menutup skor akhir 4-0. Gol tersebut berasal dari serangan balik singkat: John Stones memenangkan duel udara, mengirim bola panjang ke depan, di mana Haaland menyalip dua bek dan menaklukkan Alisson dengan tembakan kaki kanan yang menempel di sudut atas tiang gawang.
Dengan hasil ini, Manchester City melaju ke semifinal Piala FA 2025-2026, dimana mereka akan bertemu dengan pemenang antara Tottenham Hotspur dan Chelsea. Pep Guardiola mengapresiasi performa timnya dalam konferensi pers pasca-pertandingan, menyatakan, “Kami bermain dengan disiplin dan kepercayaan diri tinggi. Erling menunjukkan kelas dunia, tetapi ini adalah hasil kerja keras seluruh skuad.”
Sementara itu, Jürgen Klopp mengakui keunggulan City dan menyoroti kebutuhan Liverpool untuk memperbaiki pertahanan serta menambah konsistensi dalam menyelesaikan peluang. Ia menambahkan, “Kami harus belajar dari kekalahan ini, memperbaiki detail taktik, dan kembali lebih kuat di kompetisi lain.”
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi City: 22 tembakan ke gawang (15 tepat sasaran) dibandingkan Liverpool yang hanya mencatat 6 tembakan (2 tepat sasaran). Penguasaan bola berada di angka 68 persen untuk City, sementara Liverpool hanya 32 persen. Kedua tim mencatat 3 kartu kuning masing-masing, tanpa ada kartu merah.
Penampilan Haaland menjadi sorotan utama. Dengan hattrick dalam satu pertandingan perempatfinal, ia menambah catatan golnya di kompetisi domestik menjadi 28 gol musim ini, mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Liga Inggris 2025-2026. Keberhasilan ini juga meningkatkan peluangnya untuk merebut penghargaan Golden Boot pada akhir musim.
Kemenangan ini tidak hanya memberi City kepercayaan diri tinggi menjelang laga semifinal, tetapi juga mengirim sinyal kepada pesaing lain di liga dan kompetisi Eropa bahwa skuad Guardiola masih dalam kondisi puncak. Jika City mampu mempertahankan performa ini, peluang mereka meraih trofi Piala FA sekaligus bersaing ketat di Liga Inggris dan Liga Champions semakin besar.
Dengan dukungan fanatik yang mengisi stadion hingga kapasitas penuh, City menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kualitas individu, melainkan juga kerja sama tim yang terkoordinasi. Liverpool, meski mengalami kekalahan berat, tetap memiliki peluang untuk bangkit di kompetisi lain, mengingat kedalaman skuad mereka dan pengalaman kompetitif yang dimiliki.
Secara keseluruhan, pertemuan antara dua raksasa sepak bola Inggris ini menegaskan bahwa kualitas taktik, ketajaman akhir, serta konsistensi mental menjadi faktor penentu dalam laga-pertarungan besar. Manchester City kini melangkah ke babak selanjutnya dengan momentum mengalir, sementara Liverpool harus mengevaluasi kembali strategi mereka untuk menghindari kekalahan serupa di masa mendatang.





