123Berita – 08 April 2026 | Setelah menutup fase grup dengan performa gemilang, Liverpool FC menatap babak perempat final Liga Champions 2025/2026 yang akan mempertemukannya dengan Paris Saint-Germain (PSG). Dalam konferensi pers pra-pertandingan, gelandang muda berbakat Florian Wirtz menyampaikan tekad keras tim merah untuk memberikan perjuangan maksimal pada kedua leg yang dijadwalkan pada bulan November mendatang.
Wirtz menekankan bahwa Liverpool tidak akan mengandalkan satu atau dua pemain bintang saja, melainkan mengandalkan kolektivitas yang telah menjadi ciri khas era Jürgen Klopp. “Kami datang ke Anfield dengan semangat juang yang tidak terbatas, dan kami siap menyalurkan energi itu ke Paris. Setiap menit di lapangan akan kami perjuangkan seakan-akan itu adalah final,” ujar Wirtz dengan nada yakin.
Manajer Liverpool, yang belum resmi diumumkan dalam rilis resmi, diperkirakan akan menyesuaikan taktik tim untuk menghadapi gaya menyerang cepat PSG yang dipimpin oleh kunci penyerang Kylian Mbappé. Analisis taktik menunjukkan bahwa Liverpool dapat mengandalkan formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi, sementara PSG cenderung mengandalkan kontrol bola dan serangan balik cepat.
Beberapa nama pemain yang diharapkan menjadi penentu kemenangan antara lain Mohamed Salah, yang kembali menunjukkan performa gol tinggi di fase grup; Virgil van Dijk, yang akan menjadi benteng pertahanan utama; dan Trent Alexander-Arnold, yang diharapkan memberikan kreativitas lewat umpan-umpan silang. Di sisi lain, PSG menyiapkan lini serang dengan Mbappé, Lionel Messi, dan Neymar yang kembali tampil bersinar di Ligue 1.
- Salah – Penyerang utama, pencetak gol terbanyak Liverpool di fase grup.
- Van Dijk – Pemimpin lini belakang, kunci pertahanan melawan serangan cepat PSG.
- Alexander-Arnold – Pengatur serangan, pengumpan andalan dari sisi kanan.
- Wirtz – Gelandang serba bisa, menghubungkan lini tengah dan serangan.
Selain aspek teknis, faktor psikologis juga menjadi sorotan. Liverpool pernah mengalami kekalahan mengejutkan melawan tim-tim Prancis di kompetisi Eropa sebelumnya, sehingga tim manajemen menekankan pentingnya mental kuat. Pelatih mental tim dilaporkan memberikan sesi motivasi khusus bagi pemain muda, termasuk Wirtz, untuk menyiapkan mereka menghadapi tekanan besar di Anfield dan di Stade PSG.
Jadwal kedua leg yang akan berlangsung di Paris menambah tantangan tersendiri. PSG, yang bermain di rumah, memiliki keunggulan atmosfer stadion Parc des Princes yang terkenal menakutkan bagi tim tamu. Namun, Liverpool menyiapkan strategi khusus untuk mengendalikan tempo permainan sejak menit awal, dengan harapan dapat menahan serangan balik cepat dan memanfaatkan peluang dari serangan balik mereka sendiri.
Para pengamat sepak bola memperkirakan bahwa pertandingan pertama di Anfield akan menjadi kunci. Jika Liverpool mampu mencetak gol pertama, tekanan psikologis akan berpindah ke sisi PSG, yang harus menyeimbangkan antara menyerang dan menjaga pertahanan. Di sisi lain, jika PSG mampu mengunci skor imbang atau mencuri poin melalui gol balasan, laga balik di Paris akan menjadi pertaruhan hidup bagi Liverpool.
Kesimpulannya, Liverpool menatap perempat final ini dengan keyakinan tinggi dan janji untuk bertarung habis-habisan. Tekad yang diungkapkan oleh Florian Wirtz mencerminkan semangat kolektif tim yang ingin melanjutkan tradisi kejayaan di Liga Champions. Dengan persiapan taktik yang matang, dukungan suporter, serta kesiapan mental yang kuat, Liverpool berambisi melangkah ke semifinal dan menambah catatan gemilang dalam sejarah kompetisi paling bergengsi di dunia sepak bola.





