123Berita – 06 April 2026 | Sebuah kecelakaan kerja menggemparkan wilayah Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada siang hari kemarin. Ledakan besar terjadi di pabrik peleburan baja milik PT Great Wall Stell, menewaskan satu pekerja dan melukai dua lainnya secara serius. Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan karyawan serta warga sekitar, sekaligus memicu respons cepat dari tim penyelamat dan aparat keamanan.
Tim pemadam kebakaran Sidoarjo tiba di lokasi dalam hitungan menit setelah laporan diterima. Upaya pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam, mengingat intensitas api yang dipicu oleh bahan baku logam cair. Sementara itu, tim medis yang dipanggil oleh dinas kesehatan Kabupaten Sidoarjo melakukan pertolongan pertama di tempat sebelum mengantarkan korban luka ke RSUD Sidoarjo.
Manajer operasional PT Great Wall Stell, Budi Santoso, memberikan pernyataan resmi kepada media pada sore harinya. Ia menyampaikan bahwa perusahaan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab ledakan. “Kami sangat berduka atas kehilangan rekan kerja kami. Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan semua karyawan dan memberikan bantuan medis serta dukungan kepada keluarga korban,” ujar Budi.
- Nama korban tewas: belum diumumkan atas permintaan keluarga.
- Nama korban luka parah: dua pekerja, masing-masing mengalami luka bakar tingkat tiga pada lengan dan dada.
- Jumlah karyawan yang berada di area produksi pada saat kejadian: sekitar 30 orang.
Pihak berwenang, termasuk Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, telah menurunkan tim investigasi untuk memeriksa prosedur keamanan, pemeliharaan peralatan, serta kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku. Dinas Kesehatan setempat juga turut serta dalam mengevaluasi dampak kesehatan jangka pendek dan panjang bagi para pekerja yang terpapar asap beracun.
Polisi setempat mengamankan lokasi dan menutup akses masuk ke area pabrik selama proses penyelidikan. Mereka meminta warga sekitar untuk tetap menjauh demi menghindari risiko paparan bahan berbahaya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo menyiapkan posko darurat untuk memberikan bantuan logistik kepada tim penyelamat dan keluarga korban.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan industri yang terjadi di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah ini mencatat rata-rata 12 kecelakaan kerja berat per tahun, terutama di sektor manufaktur dan pengolahan logam. Faktor utama yang sering diidentifikasi meliputi kurangnya pelatihan keselamatan, pemeliharaan peralatan yang tidak memadai, serta pengawasan yang lemah.
Para ahli keselamatan kerja menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang komprehensif. “Perusahaan harus melakukan audit rutin, menyediakan perlengkapan pelindung diri (APD) yang memadai, serta memastikan setiap pekerja memahami prosedur darurat,” kata Dr. Siti Nurhaliza, pakar K3 dari Universitas Negeri Surabaya.
Selain itu, pemerintah daerah dijanjikan akan meningkatkan pengawasan terhadap industri berat yang beroperasi di kawasan industri Sidoarjo. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa akan ada revisi regulasi terkait izin operasional pabrik yang melibatkan proses evaluasi risiko yang lebih ketat.
Untuk saat ini, PT Great Wall Stell menutup sementara seluruh lini produksi hingga hasil investigasi selesai. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk memperbaiki sistem keamanan dan memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban serta pekerja yang terdampak.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku industri di Indonesia bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban moral dan hukum. Diharapkan, langkah-langkah perbaikan yang diambil dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat diminta untuk menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut. Sementara itu, doa dan dukungan terus mengalir bagi keluarga korban yang tengah berduka.





