123Berita – 23 Juli 2026 | Kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Angga Wirahmadi, mencermati bahwa kondisi kesehatan mental remaja di Indonesia sangat memprihatinkan. Data menunjukkan bahwa 61 persen penderita depresi memiliki pikiran bunuh diri.
Angga juga menyoroti bahwa kesehatan mental remaja tidak hanya merupakan masalah individu, tetapi juga merupakan masalah sosial yang memerlukan perhatian dan intervensi dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa diperlukan kerja sama dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Indonesia.
Selain itu, Angga juga menyarankan beberapa strategi untuk meningkatkan kesehatan mental remaja, termasuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental, meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental, serta meningkatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan. Ia juga menekankan bahwa penting untuk meningkatkan keterlibatan remaja dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan program kesehatan mental.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental remaja di Indonesia. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Indonesia. Diperlukan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dan mencegah pikiran bunuh diri.
Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental remaja, serta meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental yang memadai. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan mental remaja di Indonesia dan mencegah pikiran bunuh diri.





