123Berita – 27 Mei 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menegaskan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berkaitan dengan aliran uang, tetapi juga berfokus pada pengaruh kekuasaan perusahaan keluarga Bupati Fadia yang menguasai proyek-proyek di daerah tersebut.
Perusahaan keluarga Bupati Fadia dituding memiliki pengaruh besar dalam pengadaan proyek di Kabupaten Pekalongan, sehingga meningkatkan kecurigaan tentang adanya praktik korupsi. KPK berkomitmen untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum.
Penyidikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek di Kabupaten Pekalongan. Dengan demikian, masyarakat dapat mempercayai bahwa proyek-proyek yang dilaksanakan benar-benar untuk kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Untuk meningkatkan efektivitas penyidikan, KPK bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang akurat. Dengan kerja sama yang erat, diharapkan penyidikan dapat selesai dengan cepat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam beberapa bulan terakhir, KPK telah menunjukkan komitmennya dalam memerangi korupsi di Indonesia. Dengan penyidikan kasus ini, KPK menegaskan kembali bahwa korupsi tidak akan ditoleransi dan akan ditindak dengan tegas.
Di akhir, penyidikan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Pekalongan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih bersih dan transparan dalam pengelolaan sumber daya negara.





