Komisi I DPR Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Judol yang Sasar Anak-anak

Komisi I DPR Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Judol yang Sasar Anak-anak
Komisi I DPR Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Judol yang Sasar Anak-anak

123Berita – 16 Mei 2026 | Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menilai bahwa 200.000 anak-anak yang terpapar konten judi online (judol) merupakan sebuah bencana besar. Dave Laksono meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengalami hambatan dalam upaya memberantas judol yang meresahkan masyarakat, terutama anak-anak.

Dave Laksono juga menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi dan melindungi anak-anak dari konten judol yang merusak. Ia berharap bahwa dengan kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum, orang tua, dan masyarakat, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif untuk mengatasi masalah judol yang meresahkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Upaya pemberantasan judol juga memerlukan kemampuan teknis yang memadai, sehingga aparat penegak hukum dapat dengan mudah melacak dan menangkap pelaku judol yang meresahkan masyarakat. Dalam hal ini, perlu dilakukan kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum dan penyedia layanan internet untuk memantau dan mengawasi konten yang merusak.

Dalam beberapa tahun terakhir, judol telah menjadi masalah yang semakin serius di Indonesia. Banyak anak-anak yang terpapar konten judol yang merusak dan menyebabkan kerugian materiil. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih serius dan efektif untuk mengatasi masalah ini.

Upaya pemberantasan judol juga memerlukan peran aktif dari masyarakat. Masyarakat dapat membantu aparat penegak hukum dengan melaporkan konten judol yang merusak dan menyebabkan kerugian materiil. Dengan kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum, orang tua, dan masyarakat, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif untuk mengatasi masalah judol yang meresahkan masyarakat.

Dalam kesimpulan, upaya pemberantasan judol memerlukan kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum, orang tua, dan masyarakat. Perlu dilakukan upaya yang lebih serius dan efektif untuk mengatasi masalah ini, sehingga anak-anak dapat terlindungi dari konten judol yang merusak.

Pos terkait