123Berita – 09 April 2026 | NASA menyiapkan momen paling menegangkan dalam sejarah penerbangan antariksa manusia: kembalinya kapsul Orion ke atmosfer Bumi dengan kecepatan hampir 24.000 mil per jam (sekitar 38.600 km/jam) pada 10 April 2024. Misi Artemis II, yang membawa empat astronot di atas orbit bulan, akan menguji secara penuh sistem pelindung panas (heat shield) Orion, sebuah lapisan berlapis material ablative yang dirancang untuk menahan suhu ekstrem hingga 3.000°C saat memasuki atmosfer pada fase re‑entry.
Heat shield Orion terdiri dari material Avcoat, bahan komposit yang pertama kali dipakai pada kapsul Apollo. Selama lebih dari 30 menit re‑entry, material ini akan terkelupas perlahan, menyerap energi kinetik dan mengubahnya menjadi panas yang dilepaskan ke luar angkasa. Tanpa lapisan pelindung ini, suhu luar angkasa yang mencapai puluhan ribu derajat Fahrenheit dapat menghancurkan struktur kapsul dan mengancam nyawa awak.
Astronot yang akan mengarungi fase paling berbahaya ini meliputi Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, dan Astronot Kanada Jeremy Hansen. Keempatnya telah menjalani serangkaian latihan intensif, termasuk simulasi re‑entry di fasilitas NASA Langley Research Center, di mana mereka merasakan gaya gravitasi hingga 8 g dan suhu tinggi yang meniru kondisi nyata di atas lapisan atmosfer.
Berikut urutan fase kritis saat Orion menembus atmosfer pada 10 April:
- Phase 1 – De‑orbit burn: Pada pukul 04.45 UTC, mesin Service Module (SM) akan melakukan pembakaran singkat untuk mengubah lintasan orbit, menurunkan ketinggian orbit dari sekitar 100 km menjadi 70 km.
- Phase 2 – Atmospheric entry: Sekitar 04.50 UTC, kapsul akan masuk ke atmosfer dengan sudut masuk 6,5 derajat. Pada titik ini kecepatan menurun drastis dari 24.000 mph menjadi sekitar 15.000 mph dalam hitungan menit.
- Phase 3 – Peak heating: Pada ketinggian 30–50 km, suhu pada heat shield mencapai puncaknya. Sistem ablative akan menguapkan lapisan tipis, menciptakan lapisan gas pelindung yang mengurangi panas yang ditransfer ke struktur internal.
- Phase 4 – Deceleration & parachute deployment: Setelah melewati zona panas terkuat, kecepatan turun di bawah 2.500 mph. Parasut drogue pertama terbuka pada ketinggian sekitar 13 km, diikuti oleh parasut utama yang memperlambat descent hingga 20 m/s.
- Phase 5 – Splashdown: Pada pukul 05.05 UTC, Orion akan mendarat di Samudra Pasifik dekat Hawaii, di mana kapal penyelamat akan segera mengevakuasi awak.
Keberhasilan fase re‑entry tidak hanya bergantung pada heat shield, tetapi juga pada koordinasi tim ground kontrol, sistem navigasi, serta kemampuan kapsul untuk menjaga kestabilan selama fase hypersonic. Selama penerbangan, sensor suhu, tekanan, dan gaya akan mengirimkan data secara real‑time ke pusat pengendalian di Houston, memungkinkan para insinyur memantau kondisi secara detail.
Berita terbaru menyebutkan bahwa tim NASA dan mitra industri telah menyelesaikan serangkaian uji coba termal pada heat shield pada bulan Maret, menunjukkan bahwa material Avcoat tetap stabil pada suhu lebih dari 3.000°C selama lebih dari 15 menit. Hasil uji tersebut meningkatkan kepercayaan bahwa Orion dapat menahan beban termal yang dihadapi pada Artemis II, sekaligus memberikan data penting untuk misi Artemis III yang direncanakan akan mendaratkan manusia kembali ke permukaan bulan.
Selain aspek teknis, misi Artemis II memiliki nilai simbolis yang besar. Ini menandai kembali era manusia meninggalkan orbit Bumi setelah lebih dari setengah abad sejak Apollo 17. Keberhasilan re‑entry Orion akan menjadi bukti bahwa Amerika Serikat telah menguasai kembali teknologi pendaratan kembali ke Bumi, sebuah prasyarat penting sebelum meluncurkan misi ke permukaan bulan dan, dalam jangka panjang, ke Mars.
Jika semua berjalan sesuai rencana, dunia akan menyaksikan momen menakjubkan ketika kapsul Orion menembus atmosfer dengan kecepatan luar biasa, menimbulkan kilatan cahaya yang dapat terlihat dari daratan. Momen tersebut tidak hanya menjadi sorotan ilmiah, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya untuk bermimpi menjelajahi luar angkasa.
Dengan segala persiapan yang matang, harapan tinggi, serta dukungan internasional, Artemis II siap menuliskan babak baru dalam eksplorasi antariksa. Keberhasilan heat shield Orion akan menjadi landasan kuat bagi program Artemis selanjutnya, membuka jalan bagi manusia kembali ke bulan dan melanjutkan perjalanan ke planet-planet yang lebih jauh.





