123Berita – 06 April 2026 | Jennie, anggota paling ikonik dari grup K‑pop global BLACKPINK, kembali mencuri sorotan dunia mode setelah tampil mengenakan gaun terbuka yang menonjolkan tren underboob. Pada sebuah acara bergengsi di Seoul, penampilan sang artis tidak hanya memukau penonton, tetapi juga menghidupkan kembali estetika yang dipopulerkan oleh label Prancis Jacquemus beberapa musim lalu. Keterbukaan desain gaun tersebut menimbulkan gelombang komentar di kalangan pecinta fashion, media sosial, dan kritikus industri.
Gaun yang dikenakan Jennie terinspirasi dari koleksi Jacquemus yang dikenal dengan potongan asimetris dan penekanan pada area dada. Desainnya menampilkan potongan berbentuk V yang menampakkan bagian bawah payudara—fenomena yang disebut “underboob”—dengan detail renda halus dan bahan satin mengilap. Warna putih bersih memberikan kontras tajam dengan latar belakang gelap, menekankan siluet tubuh sang penyanyi tanpa mengorbankan kesan elegan. Potongan tersebut tampak seimbang antara provokatif dan artistik, menegaskan keberanian Jennie dalam bereksperimen dengan gaya yang belum banyak dijelajahi di ranah K‑pop.
- Desain: Gaun terbuka dengan potongan V‑deep underboob.
- Material: Satin putih dengan aksen renda.
- Inspirasi: Koleksi haute couture Jacquemus, khususnya musim semi 2023.
- Pengaruh: Menghidupkan kembali tren underboob yang sempat memuncak di runway internasional.
Tren underboob pertama kali muncul di panggung mode Barat pada pertengahan 2010‑an, dipelopori oleh desainer seperti Balenciaga dan kemudian diadopsi secara luas oleh merek-merek avant‑garde. Jacquemus, khususnya, menonjolkan gaya ini dalam kampanye iklan dan runway show yang menonjolkan keanggunan tubuh perempuan dalam balutan minimalis. Meski menuai pujian atas keberanian artistik, tren ini juga kerap menjadi bahan perdebatan mengenai batasan antara seni dan sensualitas dalam publikasi mode.
Penampilan Jennie menjadi titik balik penting karena menghubungkan dua dunia—musik pop Korea dan fashion haute couture Barat—dalam sebuah pernyataan visual yang kuat. Sejak debut, BLACKPINK dikenal memiliki pengaruh besar dalam tren kecantikan dan pakaian, namun pemilihan gaun dengan potongan underboob menandai langkah yang lebih berani. Media sosial pun langsung dipenuhi foto-foto dan video klip, dengan hashtag #JennieUnderboob dan #JacquemusVibes melesat hingga jutaan tampilan. Banyak netizen memuji keberanian Jennie, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya konteks budaya dalam menampilkan estetika yang dianggap provokatif.
Para pakar fashion menilai bahwa keputusan Jennie tidak sekadar mengejar sensasi, melainkan bagian dari strategi branding pribadi yang semakin mengedepankan identitas visual yang kuat. “Jennie memahami bahasa visual global,” ujar seorang analis mode di Seoul. “Dengan mengadopsi elemen Jacquemus, ia menegaskan posisi dirinya sebagai ikon lintas budaya yang mampu menyatukan estetika Eropa dengan energi pop Asia.”
Reaksi industri juga tampak positif. Desainer lokal menyatakan niat untuk mengeksplorasi lebih jauh tren underboob dalam koleksi mendatang, menggabungkannya dengan nilai-nilai modesty yang menjadi ciri khas fashion Korea. Sementara itu, peritel online melaporkan lonjakan pencarian untuk kata kunci “underboob dress” dan “Jacquemus” dalam 48 jam setelah penampilan tersebut, menandakan dampak komersial yang signifikan.
Kesimpulannya, penampilan Jennie dengan gaun terbuka ala Jacquemus tidak hanya menjadi sorotan visual semata, melainkan katalisator bagi perbincangan yang lebih luas tentang kebebasan berekspresi, pengaruh lintas budaya, dan evolusi standar kecantikan di era digital. Dengan memadukan keberanian desain dan platform globalnya, Jennie berhasil mengukir momen yang akan dikenang dalam sejarah fashion K‑pop, sekaligus membuka ruang bagi para kreator muda untuk bereksperimen dengan batasan estetika tradisional.





