123Berita – 10 April 2026 | Tim nasional tenis putri Indonesia tampil gemilang pada putaran lanjutan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Zona Asia di Jakarta, Senin (8 April 2026). Dalam laga pertama mereka menumpas tim tuan rumah India dengan skor telak 3-0, menegaskan dominasi Indonesia di panggung internasional dan menambah tekanan pada lawan berikutnya, Korea Selatan, yang berada dalam posisi persaingan ketat.
Rangkaian tiga rubbers berlangsung dengan intensitas tinggi. Pada rubbers tunggal pertama, Aldila Sutjiadi mengawal Indonesia dengan mengalahkan pemain India, Riya Bhatia, dengan skor 6-2, 6-3. Rubbers tunggal kedua menyaksikan Liza Andriyani menutup kemenangan Indonesia lewat 6-4, 7-5 melawan Shweta Singh. Kedua kemenangan tunggal tersebut memberikan keunggulan tak terbantahkan sebelum rubbers ganda dimulai. Rubbers ganda antara pasangan Indonesia, Siti Badriah dan Maya Dwi Putri, mengamankan poin ketiga dengan kemenangan 6-1, 6-2 atas pasangan India, mempertegas hasil 3-0.
Kemenangan menyapu bersih melawan India bukan sekadar angka pada papan skor; ia menandai kembalinya Indonesia ke puncak performa dalam kompetisi tim tenis wanita. Sejak debut di BJK Cup, Tim Putri Indonesia belum pernah mencatat kemenangan 3-0 di babak grup zona Asia, menjadikan pencapaian ini tonggak sejarah yang menambah kepercayaan diri para pemain menjelang laga penentuan posisi selanjutnya.
Setelah mengamuk melawan India, Indonesia harus menghadapi Korea Selatan yang masih bersaing ketat dalam grup. Laga antara Indonesia dan Korea Selatan berakhir dengan hasil imbang 2-2 setelah tiga rubbers pertama, menempatkan kedua tim pada posisi yang hampir seimbang. Kedua tim masih harus menyelesaikan rubbers ganda penentu untuk menentukan pemenang grup. Kedudukan ini menambah ketegangan, karena satu poin tambahan dapat mengubah nasib kedua tim dalam melaju ke babak semifinal.
Pelatih tim, Andi Prasetyo, menilai performa tim secara positif namun tetap realistis. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara dalam menghadapi tekanan Korea Selatan. “Kami harus menjaga ritme permainan, terutama di rubbers ganda yang menjadi penentu. Pengalaman pemain senior seperti Sutjiadi dan Andriyani sangat berharga dalam memandu generasi muda,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers sesudah pertandingan melawan India. Ia menambahkan bahwa persiapan fisik dan taktik akan dioptimalkan menjelang pertemuan berikutnya.
Keberhasilan Indonesia di BJK Cup 2026 menjadi bukti peningkatan kualitas tenis putri nasional dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan dari federasi, sponsor, dan basis penggemar yang terus berkembang memberikan dorongan tambahan bagi para atlet. Jika Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini dan mengatasi tantangan Korea Selatan, peluang besar terbuka untuk melaju ke babak knockout dan menorehkan prestasi bersejarah dalam turnamen bergengsi ini.





