123Berita – 08 April 2026 | Putri bungsu mantan Presiden Gus Dur, Inayah Wahid, kembali mencuri perhatian publik bukan hanya karena peran sosialnya, melainkan lewat aksi kuliner yang mengundang decak kagum. Bersama suaminya, Kiai Shalahuddin A. Warits yang berasal dari Sumenep, Inayah menelusuri jejak rasa di dua destinasi kuliner ikonik: Ayam Betutu khas Bali dan durian segar yang menggoda selera.
Perjalanan kuliner Inayah dimulai pada sebuah warung tradisional yang terkenal dengan Ayam Betutu, hidangan khas Bali yang biasanya disajikan dalam porsi besar, berbalut bumbu rempah lengkap. Ayam yang dipilih dipanggang perlahan hingga kulitnya berwarna kecoklatan keemasan, sementara dagingnya tetap lembut dan beraroma kuat dari campuran bawang merah, bawang putih, kemangi, jahe, dan daun jeruk. Inayah, yang dikenal gemar mengeksplorasi ragam rasa, mencicipi sepiring penuh kehangatan rasa tersebut dan menambahkan komentar mengenai keaslian rasa serta keseimbangan bumbu yang memikat lidah.
“Rasanya begitu autentik, bumbu yang meresap hingga ke serat daging membuatnya terasa sangat istimewa,” ujar Inayah dalam balutan tawa riang bersama suaminya. Ia menambahkan bahwa proses memasak Ayam Betutu yang memakan waktu lama memberikan kesempatan bagi bumbu untuk menyatu secara menyeluruh, menghasilkan cita rasa yang tidak mudah ditemukan di restoran modern.
Setelah menyantap Ayam Betutu, pasangan ini melanjutkan petualangan rasa ke arah pasar tradisional yang menyajikan buah durian segar. Durian, yang sering disebut sebagai “raja buah”, memang menjadi magnet bagi para pecinta kuliner eksotis. Inayah dan Shalahuddin memilih durian yang berwarna kuning keemasan, menandakan tingkat kematangan optimal. Mereka memotong buah tersebut, mengeluarkan daging lembut yang beraroma manis, dan langsung mencicipi dengan antusias.
“Durian memiliki karakter rasa yang kompleks; manis, gurih, bahkan ada sentuhan pahit yang menyeimbangkan kelezatannya,” ungkap Inayah sambil menikmati potongan durian. Ia menekankan pentingnya memilih durian yang tepat, karena kualitas buah sangat memengaruhi pengalaman rasa. Menurutnya, durian yang baik tidak hanya mengandalkan bau yang kuat, tetapi juga tekstur krim yang meluncur lembut di mulut.
Selain menyampaikan kesan pribadi, Inayah juga menyoroti nilai budaya kuliner Indonesia yang kaya akan keanekaragaman. Kedua hidangan yang ia cicipi—Ayam Betutu dan durian—mewakili warisan kuliner daerah masing-masing, Bali dan Sumatra (meski durian umumnya ditemukan di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa Barat). Ia menekankan pentingnya melestarikan resep tradisional yang diturunkan secara turun temurun, serta mendukung petani dan pelaku usaha kecil yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan rasa.
Tak hanya sekadar menikmati, Inayah dan Shalahuddin juga mengajak para pengikutnya untuk lebih sadar akan asal-usul makanan. Mereka menekankan pentingnya membeli produk lokal, yang tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari transportasi makanan jarak jauh. Menurut Inayah, pilihan kuliner yang bertanggung jawab dapat menjadi langkah kecil namun signifikan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, pasangan ini menyinggung tentang tren kuliner modern yang semakin banyak mengadopsi rasa tradisional. Inayah berharap para chef dan pemilik restoran dapat terus mengembangkan menu yang menggabungkan teknik memasak modern dengan cita rasa klasik, sehingga generasi muda tetap mengenal dan menghargai kekayaan gastronomi bangsa.
Seiring dengan popularitas media sosial, foto-foto kuliner Inayah yang menampilkan Ayam Betutu berwarna keemasan dan durian yang menggiurkan mendapatkan ribuan like dan komentar positif. Penggemar mengapresiasi tidak hanya kelezatan makanan, tetapi juga pesan yang disampaikan mengenai pentingnya melestarikan warisan kuliner Indonesia.
Secara keseluruhan, aksi kuliner Inayah Wahid dan Shalahuddin Warits menjadi contoh inspiratif bagaimana tokoh publik dapat menggunakan platform mereka untuk mempromosikan budaya, mendukung ekonomi lokal, dan mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai kuliner tradisional. Dengan menggali rasa Ayam Betutu dan durian, mereka tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menumbuhkan rasa kebanggaan akan keberagaman kuliner Nusantara.
Melalui setiap gigitan, Inayah menegaskan komitmennya untuk terus menjelajahi dan membagikan kekayaan rasa Indonesia, sekaligus mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap asal-usul makanan yang mereka nikmati. Semoga kisah kuliner ini menginspirasi lebih banyak orang untuk mengeksplorasi, mencicipi, dan melestarikan warisan gastronomi yang tak ternilai.





