Gibran dan Selvi Nikmati Soto Legendaris Solo, Gaya Santai Jadi Sorotan Publik

Gibran dan Selvi Nikmati Soto Legendaris Solo, Gaya Santai Jadi Sorotan Publik
Gibran dan Selvi Nikmati Soto Legendaris Solo, Gaya Santai Jadi Sorotan Publik

123Berita – 04 April 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersama sang istri, Selvi Ananda, kembali menarik perhatian publik setelah kedatangan mereka ke sebuah kedai soto legendaris di kota Solo. Kedua tokoh publik tersebut tampak menikmati santapan tradisional sambil menampilkan gaya berpakaian yang sederhana namun tetap mencuri mata. Momen tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial, sekaligus menambah catatan tentang kebiasaan kuliner para pejabat tinggi negara.

Berbeda dari agenda resmi yang biasanya melibatkan pertemuan politik atau kunjungan kerja, kunjungan Gibran dan Selvi ke kedai soto tersebut bersifat informal. Mereka memilih untuk menyantap soto ayam khas Solo, yang terkenal dengan kuah bening beraroma rempah, irisan daging ayam, dan pelengkap seperti daun bawang serta emping. Kedai yang dimaksud telah beroperasi lebih dari lima puluh tahun, menjadikannya salah satu ikon kuliner tradisional di Solo. Keberadaan kedai tersebut tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan cita rasa autentik kota Solo.

Bacaan Lainnya

Para saksi mata mengamati bahwa Gibran mengenakan kaos polos berwarna netral dan celana jeans, sementara Selvi tampil dengan dress sederhana berwarna pastel. Penampilan mereka yang tidak berlebihan menciptakan kesan keakraban dengan lingkungan sekitar, sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak menghindar dari budaya kuliner lokal. Selama menikmati soto, Gibran tampak mengobrol santai dengan pemilik kedai, menanyakan resep rahasia dan sejarah berdirinya usaha tersebut. Selvi, di sisi lain, tampak memperhatikan proses penyajian, bahkan sempat mencatat beberapa hal dalam buku catatan kecilnya.

Reaksi publik di media sosial beragam. Sebagian pengguna memuji kedatangan mereka sebagai bentuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Tagar #SotoSolo dan #DukungUMKM meroket, menandakan antusiasme masyarakat untuk terus mengangkat kuliner daerah. Di sisi lain, sejumlah komentar menyoroti gaya berpakaian mereka, menilai bahwa penampilan sederhana tersebut mencerminkan sikap rendah hati dan kedekatan dengan rakyat.

Para pengamat budaya kuliner menilai bahwa kehadiran pejabat tinggi dalam konteks makanan tradisional memiliki nilai simbolik yang kuat. “Ketika figur publik memilih untuk menikmati makanan khas di tempat yang tidak mewah, itu mengirimkan pesan bahwa kebudayaan lokal tetap relevan dan layak diapresiasi,” ujar Dr. Arif Prasetyo, dosen kebudayaan makanan di Universitas Gadjah Mada. Ia menambahkan bahwa fenomena semacam ini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk menjelajahi warisan kuliner Indonesia.

Selain dampak sosial, kunjungan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi kedai tersebut. Penjualan soto pada hari kunjungan dilaporkan meningkat 30 persen dibandingkan rata-rata harian. Pemilik kedai, Bapak Sudirman, mengaku bahwa popularitas yang muncul dari media sosial membantu meningkatkan jumlah pengunjung, tidak hanya dari warga Solo, tetapi juga dari kota-kota tetangga.

Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari peristiwa ini:

  • Penguatan citra positif pejabat publik melalui keterlibatan langsung dengan UMKM.
  • Peningkatan eksposur kuliner tradisional di era digital.
  • Pengaruh media sosial dalam memperluas jangkauan pasar bagi usaha kecil.

Di tengah dinamika politik dan agenda pemerintahan yang padat, Gibran dan Selvi memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan, yaitu kepedulian terhadap budaya lokal dan ekonomi mikro. Kehadiran mereka di kedai soto tidak sekadar sekadar makan siang, melainkan menjadi contoh konkret bahwa kebijakan pro‑UMKM dapat diimplementasikan lewat tindakan sederhana namun berdampak luas.

Kesimpulannya, kunjungan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda ke kedai soto legendaris di Solo menegaskan pentingnya memelihara warisan kuliner sekaligus mendukung usaha kecil. Gaya berpakaian yang sederhana dan interaksi yang hangat menjadi bukti bahwa para pemimpin dapat menjembatani jarak antara institusi negara dan masyarakat melalui pengalaman kuliner yang autentik. Semoga momentum ini terus menginspirasi lebih banyak tokoh publik untuk mengangkat potensi ekonomi kreatif di seluruh pelosok tanah air.

Pos terkait