123Berita – 14 Agustus 2026 | Prabowo Subianto, tokoh politik Indonesia, baru-baru ini menyebutkan tentang pentingnya mempelajari bahasa Mandarin dan Arab di sekolah dasar (SD). Menanggapi pernyataan ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa bahasa Mandarin dan Arab di SD belum menjadi mata pelajaran wajib. Ia menambahkan bahwa bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas III pada tahun 2027.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan berbahasa Inggris. Ia berharap bahwa dengan memperkenalkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib, siswa-siswi di Indonesia dapat meningkatkan kemampuan berbahasanya dan bersaing di tingkat internasional.
Prabowo Subianto sendiri percaya bahwa mempelajari bahasa Mandarin dan Arab dapat membuka peluang besar bagi Indonesia dalam hal perdagangan dan kerja sama internasional. Ia berpendapat bahwa dengan memahami bahasa-bahasa tersebut, Indonesia dapat meningkatkan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara-negara lain, terutama di Asia dan Timur Tengah.
Namun, perlu diingat bahwa implementasi bahasa Mandarin dan Arab di SD masih memerlukan pertimbangan yang matang. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia sudah siap untuk memasukkan bahasa-bahasa tersebut sebagai mata pelajaran.
Di sisi lain, beberapa pakar pendidikan berpendapat bahwa memperkenalkan bahasa Mandarin dan Arab di SD dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berbahasa siswa-siswi. Mereka juga berharap bahwa dengan mempelajari bahasa-bahasa tersebut, siswa-siswi dapat lebih menghargai keberagaman budaya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam hal pendidikan. Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, perlu dilakukan evaluasi yang komprehensif terhadap kurikulum pendidikan di Indonesia untuk memastikan bahwa siswa-siswi dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia modern.
Untuk itu, perlu dilakukan diskusi yang lebih luas dan mendalam tentang pentingnya mempelajari bahasa Mandarin dan Arab di SD. Dengan demikian, diharapkan bahwa pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan di abad ke-21.





