123Berita – 29 Mei 2026 | Gempa bumi beruntun telah mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa bumi dangkal dengan kekuatan 3,1 hingga 3,7 magnitudo terjadi dalam waktu dan lokasi yang relatif dekat.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa-gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas dua sesar yang berdekatan. Sesar adalah retakan pada kulit bumi yang dapat menyebabkan gempa bumi. Dalam hal ini, dua sesar yang berdekatan tersebut dipercaya sebagai penyebab gempa beruntun di Lombok.
BMKG juga menyebutkan bahwa gempa-gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal, yang berarti bahwa episentrum gempa berada di kedalaman yang relatif dangkal, yaitu sekitar 10-20 kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dangkal seperti ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah daripada gempa bumi yang lebih dalam.
Masyarakat di sekitar Lombok diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat. BMKG juga terus memantau aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut dan akan memberikan informasi terkini jika terjadi gempa bumi lainnya.
Gempa beruntun di Lombok ini merupakan peringatan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu siap dan waspada dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.
Untuk itu, perlu dilakukan upaya mitigasi dan preparasi untuk menghadapi gempa bumi, seperti melakukan latihan evakuasi, memperkuat struktur bangunan, dan menyediakan fasilitas penanganan bencana.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan aman dalam menghadapi gempa bumi di masa depan.


