Muktamar NU: Isu SK Kepengurusan Jadi Alat Politik, PBNU Merespons

Muktamar NU: Isu SK Kepengurusan Jadi Alat Politik, PBNU Merespons
Muktamar NU: Isu SK Kepengurusan Jadi Alat Politik, PBNU Merespons

123Berita – 22 Juli 2026 | Isu mengenai Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) yang dituding sebagai alat politik dalam Muktamar ke-35 NU mencuat ke permukaan. Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, membantah tudingan tersebut dengan tegas. Menurutnya, SK Kepengurusan tidak dapat dijadikan sebagai alat politik karena sudah memiliki prosedur dan mekanisme yang jelas.

Prof. Mohammad Nuh menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan dalam NU selalu melibatkan berbagai pihak dan dilakukan dengan transparan. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selalu berdasarkan pada prinsip-prinsip organisasi dan keinginan anggota.

Bacaan Lainnya

Isu ini muncul di tengah-tengah persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar dalam waktu dekat. Muktamar ini merupakan ajang penting bagi NU untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan. Dalam Muktamar ini, para peserta akan membahas berbagai isu strategis dan memilih kepemimpinan baru.

Menanggapi isu SK Kepengurusan, PBNU menyatakan bahwa organisasi tersebut selalu berpegang pada prinsip demokrasi dan transparansi. PBNU juga menegaskan bahwa keputusan yang diambil selalu berdasarkan pada kepentingan organisasi dan anggotanya, bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, NU telah mengalami perkembangan signifikan dalam hal keorganisasian dan kepemimpinan. Organisasi ini terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan anggotanya dan masyarakat luas. Dengan demikian, isu SK Kepengurusan yang dituding sebagai alat politik tidaklah tepat dan tidak mencerminkan hakikat organisasi NU.

Untuk memastikan bahwa Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan sukses, PBNU telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyusunan agenda dan materi pembahasan. Diharapkan, Muktamar ini dapat menjadi momentum penting bagi NU untuk memperkuat posisinya sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dan meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.

Meskipun isu SK Kepengurusan masih menjadi perbincangan, PBNU tetap fokus pada tujuan utama Muktamar, yaitu memperkuat organisasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Dengan demikian, diharapkan NU dapat terus berkembang dan menjadi organisasi yang lebih kuat dan efektif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pos terkait