Gaya Glamor Tasya Farasya di Red Carpet Premier Devil Wears Prada 2, Kalung Mewah Bernilai Rp 2 Miliar

Gaya Glamor Tasya Farasya di Red Carpet Premier Devil Wears Prada 2, Kalung Mewah Bernilai Rp 2 Miliar
Gaya Glamor Tasya Farasya di Red Carpet Premier Devil Wears Prada 2, Kalung Mewah Bernilai Rp 2 Miliar

123Berita – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Pada pekan ini, dunia hiburan internasional kembali menjadi sorotan ketika premier film The Devil Wears Prada 2 digelar di kota metropolitan Jepang. Salah satu artis Indonesia yang mencuri perhatian adalah Tasya Farasya, yang melangkah ke karpet merah dengan tampilan yang tidak hanya memukau, tetapi juga mencerminkan perpaduan antara elegansi klasik dan sentuhan modern yang berani.

Ketika lampu sorot menyorot ke arah Tasya, publik langsung terkesan oleh kesan totalitas gaya yang ia tampilkan. Baju yang dipilihnya merupakan gaun haute couture berwarna merah marun gelap, dirancang khusus oleh desainer Jepang ternama. Siluet gaun tersebut menonjolkan lekuk tubuh secara halus, dengan potongan A-line yang menjuntai hingga menyentuh lantai, serta detail bordir emas halus pada bagian bahu dan pinggang yang menambah kesan mewah.

Bacaan Lainnya

Namun, fokus utama penampilan Tasya tak lepas dari perhiasan yang ia kenakan. Sebuah kalung statement dengan desain eksklusif menjadi pusat perhatian. Terbuat dari emas putih 18 karat, kalung tersebut dihiasi dengan batu berlian berukuran besar serta beberapa batu zamrud hijau yang memberikan kontras warna yang memukau. Menurut informasi yang beredar, nilai kalung itu mencapai dua miliar rupiah, setara dengan sekitar Rp 2 miliar, menjadikannya salah satu aksesori paling mahal yang pernah dipakai oleh selebritas Indonesia pada sebuah acara internasional.

Selain kalung, Tasya melengkapi penampilannya dengan beberapa aksesori pendukung yang dipilih secara cermat:

  • Earrings berbentuk drop dengan kombinasi emas kuning dan berlian, menambah kilau pada wajah.
  • Clutch kecil berwarna hitam kulit dengan aksen logam perak, memuat kebutuhan dasar namun tetap stylish.
  • Sepatu hak tinggi berwarna merah marun dengan detail renda halus, menyesuaikan warna gaun dan menambah kesan tinggi.

Perpaduan antara gaun berwarna gelap dengan perhiasan berkilau menciptakan kontras visual yang kuat, menegaskan kehadiran Tasya sebagai ikon fashion yang berani mengambil risiko. Tidak hanya sekadar menampilkan barang mahal, ia berhasil memadukan elemen tradisional dan futuristik sehingga tampak harmonis di atas karpet merah.

Reaksi publik di media sosial pun mengalir deras. Ribuan netizen memberi pujian atas pilihan busana yang dianggap “memukau” dan “berani”. Beberapa fashion influencer menilai bahwa kalung tersebut bukan hanya sekadar simbol status, melainkan juga pernyataan seni yang menonjolkan keahlian perancang perhiasan Indonesia yang kini semakin dikenal di pasar global.

Premiere The Devil Wears Prada 2 sendiri menjadi momen penting bagi industri hiburan Indonesia, karena semakin banyak artis tanah air yang diundang untuk hadir di ajang bergengsi tersebut. Kehadiran Tasya Farasya tidak hanya meningkatkan eksposur pribadi, melainkan juga membuka peluang kolaborasi lintas negara, terutama dalam bidang fashion dan film.

Dari sudut pandang fashion, penampilan Tasya dapat dilihat sebagai contoh sukses penerapan konsep “high-low mix”, di mana pakaian yang relatif klasik dipadukan dengan perhiasan ultra-mewah. Pendekatan ini mengajarkan bahwa keberanian dalam berpenampilan tidak harus selalu mengorbankan keselarasan, melainkan dapat mengekspresikan identitas pribadi secara kuat.

Keseluruhan, penampilan Tasya Farasya di red carpet premier The Devil Wears Prada 2 berhasil menjadi sorotan utama, tidak hanya karena nilai material dari aksesori yang dikenakannya, melainkan juga karena cara ia mengemas gaya yang elegan, modern, dan penuh percaya diri. Langkah ini menegaskan posisinya sebagai salah satu figur publik yang berpengaruh dalam tren fashion Indonesia, serta menambah catatan penting dalam perjalanan kariernya di kancah internasional.

Pos terkait