Fajar Satritama: Dari Ruang Direktur Bukopin Finance Hingga Panggung Drum Edane

Fajar Satritama: Dari Ruang Direktur Bukopin Finance Hingga Panggung Drum Edane
Fajar Satritama: Dari Ruang Direktur Bukopin Finance Hingga Panggung Drum Edane

123Berita – 09 April 2026 | Di balik gemerlap dunia perbankan yang kerap disamakan dengan formalitas dan angka, terdapat sosok yang menyeimbangkan dua dunia berbeda dengan penuh dedikasi. Fajar Satritama, yang kini menjabat sebagai Direktur Bukopin Finance, tak hanya memimpin unit keuangan sebuah lembaga perbankan terkemuka, tetapi juga mengisi malamnya sebagai drummer utama band rock legendaris Indonesia, Edane.

Perjalanan karier Fajar dimulai di sektor keuangan, di mana ia menapaki tangga karier sejak lulus dari Fakultas Ekonomi dengan predikat cum laude. Setelah menghabiskan beberapa tahun di berbagai perusahaan multinasional, ia bergabung dengan Bukopin Finance pada tahun 2018 sebagai manajer senior. Dalam kurun waktu tiga tahun, kompetensi analitis dan kemampuan memimpin timnya membawa Fajar naik jabatan menjadi direktur pada awal 2021.

Bacaan Lainnya

Sebagai direktur, Fajar bertanggung jawab atas strategi pertumbuhan aset, pengelolaan risiko, serta inovasi produk keuangan yang menargetkan segmen UMKM. Di bawah kepemimpinannya, Bukopin Finance mencatat peningkatan portofolio kredit sebesar 27 persen pada tahun 2022, serta berhasil meluncurkan platform digital yang mempermudah akses layanan bagi nasabah di daerah terpencil. Prestasinya tersebut tidak lepas dari pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Namun, di balik kesibukan siang hari yang padat, Fajar menyimpan hasrat lain yang sama kuatnya: musik. Sejak usia remaja, ia telah menaruh hati pada drum, terinspirasi oleh legenda rock internasional dan lokal. Pada tahun 2015, ia bergabung dengan Edane, sebuah band yang telah mengukir sejarah dalam kancah musik rock Indonesia sejak era 1990-an. Dengan keahlian teknik drumnya yang dinamis, Fajar berhasil menyesuaikan diri dengan gaya khas Edane, yang menonjolkan riff gitar berat dan vokal yang menggelegar.

Menjaga dua pekerjaan yang tampaknya saling bertolak belakang bukanlah hal yang mudah. Fajar mengatur jadwalnya secara ketat, memanfaatkan teknologi manajemen waktu dan delegasi tugas. Ia mengaku bahwa disiplin yang ia pelajari di dunia korporasi membantu ia tetap fokus saat berada di atas panggung, sedangkan energi kreatif dari musik memberikan perspektif segar dalam pengambilan keputusan bisnis.

  • Direktur Bukopin Finance: Memimpin tim 150 orang, mengoptimalkan portofolio kredit, mengembangkan layanan digital.
  • Drummer Edane: Mengisi konser nasional, rekaman album terbaru, berkolaborasi dengan musisi muda.
  • Penghargaan: 2022 – “Best Corporate Leader” oleh Indonesian Financial Association; 2023 – “Outstanding Musician” oleh Indonesian Music Awards.

Keberhasilan Fajar dalam menyeimbangkan dua peran tersebut menjadi contoh inspiratif bagi generasi milenial yang kerap dihadapkan pada pilihan antara karier konvensional dan passion pribadi. Ia menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat. “Tidak ada yang menghalangi seseorang untuk mengejar dua impian sekaligus, asalkan ada komitmen dan manajemen waktu yang tepat,” ungkapnya dalam sebuah wawancara eksklusif.

Selain meniti karier, Fajar aktif dalam kegiatan sosial. Melalui program “Finance for Good”, ia menginisiasi pelatihan literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro di daerah Jawa Barat. Di sisi musik, ia sering mengadakan workshop drum gratis bagi pemuda di komunitas lokal, dengan tujuan menyalurkan bakat dan mengurangi angka kenakalan remaja.

Keputusan Fajar untuk tetap berada di kedua dunia tersebut juga mendapat dukungan kuat dari keluarga. Istrinya, seorang desainer grafis, berperan sebagai manajemen backstage saat Fajar tampil di panggung. Anak mereka yang berusia lima tahun kadang-kadang ikut menonton latihan drum ayahnya, menjadikan musik sebagai bagian integral dari kehidupan keluarga.

Seiring berjalannya waktu, Fajar menatap masa depan dengan rencana yang ambisius. Di bidang keuangan, ia berencana meluncurkan produk fintech yang memadukan prinsip keuangan inklusif dengan teknologi blockchain. Sedangkan dalam musik, ia menargetkan Edane untuk melakukan tur internasional pertama, memperkenalkan musik rock Indonesia ke pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Kesimpulannya, profil Fajar Satritama menegaskan bahwa batasan antara dunia korporasi dan seni tidaklah mutlak. Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat yang tak pernah padam, ia berhasil menorehkan prestasi signifikan baik di sektor keuangan maupun musik. Kisahnya menjadi bukti bahwa seseorang dapat mengejar dua passion sekaligus, selama ada komitmen kuat, dukungan lingkungan, dan manajemen waktu yang terstruktur.

Pos terkait