Dewi Perssik Laporkan Akun Facebook Palsu, Dugaan Pelaku Orang Terdekat

123Berita – 10 April 2026 | Veteran dunia hiburan Indonesia, Dewi Perssik, mengumumkan langkah tegasnya dengan melaporkan sebuah akun Facebook yang diduga palsu. Pengungkapan ini menjadi sorotan publik setelah penyanyi dangdut tersebut menyatakan kecurigaannya bahwa pelaku akun bodong tersebut memiliki akses terhadap data pribadi penting, seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya.

Untuk menguatkan tuduhan, Dewi Perssik menambahkan bahwa pelaku akun palsu tersebut tampaknya mengetahui nomor NPWP dan nomor KTPnya. Informasi tersebut tidak pernah dipublikasikan secara terbuka, sehingga menimbulkan kecurigaan kuat bahwa orang di sekitar sang artis memiliki akses ke data pribadi tersebut. “Jika seseorang mengetahui NPWP dan KTP saya tanpa sepengetahuan saya, berarti ada pihak yang sangat dekat atau memiliki akses khusus,” ujar Dewi dalam pernyataannya.

Bacaan Lainnya

Langkah selanjutnya yang diambil Dewi Perssik adalah melaporkan akun Facebook palsu tersebut ke pihak berwajib. Ia menyatakan telah menghubungi kepolisian serta tim keamanan siber untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi, melalui unit kejahatan dunia maya, menanggapi laporan tersebut dengan serius dan berjanji akan menelusuri jejak digital guna mengidentifikasi pemilik akun yang meniru identitas penyanyi tersebut.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya kasus penyalahgunaan media sosial di Indonesia, terutama yang melibatkan tokoh publik. Peniruan identitas di platform digital tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga berpotensi menjerumuskan korban ke dalam penipuan finansial. Dengan mengungkapkan bahwa pelaku mengetahui NPWP dan KTP, Dewi Perssik menyoroti betapa pentingnya perlindungan data pribadi di era digital.

Reaksi netizen beragam. Sebagian besar memberikan dukungan penuh kepada Dewi, menilai bahwa langkah melaporkan akun palsu adalah tindakan yang tepat untuk melindungi diri dan penggemar. Di sisi lain, ada pula komentar yang menuntut klarifikasi lebih lanjut mengenai siapa sebenarnya yang memiliki akses ke data pribadi sang artis. Beberapa netizen juga mengingatkan pentingnya edukasi keamanan siber, terutama bagi para selebriti yang sering menjadi target penipuan online.

Para ahli keamanan siber menegaskan bahwa kebocoran data pribadi seperti NPWP dan KTP biasanya terjadi melalui beberapa jalur, antara lain: pencurian data dari dokumen fisik, peretasan akun email atau aplikasi yang terhubung, atau bahkan melalui orang terdekat yang tidak sengaja atau sengaja membocorkan informasi. “Kita harus selalu waspada terhadap siapa saja yang memiliki akses ke dokumen pribadi, bahkan orang yang kita anggap dekat,” kata seorang konsultan keamanan siber yang meminta anonim.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian menyarankan masyarakat untuk selalu memverifikasi keaslian akun media sosial publik tokoh terkenal. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain memeriksa centang biru atau verifikasi resmi yang diberikan oleh platform, serta menghindari mengklik tautan atau mengirimkan data pribadi kepada akun yang belum terverifikasi.

Dewi Perssik juga mengimbau para penggemarnya untuk tidak memberikan data pribadi kepada akun yang meragukan. Ia menegaskan bahwa semua komunikasi resmi akan selalu melalui kanal resmi yang sudah terdaftar di situs resmi atau media sosial yang telah terverifikasi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi industri hiburan dan manajemen artis untuk meningkatkan protokol keamanan digital. Banyak manajer dan tim publikasi kini mulai mengadopsi sistem enkripsi data serta pelatihan keamanan siber bagi artis agar dapat melindungi identitas dan informasi pribadi mereka dari penyalahgunaan.

Secara keseluruhan, tindakan Dewi Perssik dalam melaporkan akun Facebook palsu menegaskan pentingnya sikap proaktif dalam menangani kejahatan siber. Dengan melibatkan pihak berwajib dan meningkatkan kesadaran publik, diharapkan kasus serupa dapat diminimalisir. Pengungkapan mengenai akses data NPWP dan KTP menambah lapisan kompleksitas pada penyelidikan, sekaligus menyoroti perlunya kepercayaan yang lebih ketat antara artis dan lingkaran terdekatnya.

Pengembangan kebijakan keamanan siber yang lebih kuat, serta edukasi berkelanjutan bagi publik, menjadi kunci dalam memerangi fenomena akun bodong yang semakin canggih. Dewi Perssik berharap bahwa melalui langkah ini, tidak hanya dirinya, tetapi juga sesama selebriti dan masyarakat umum dapat terhindar dari risiko penipuan digital yang merugikan.

Dengan segala upaya yang telah dan akan dilakukan, diharapkan pelaku akun Facebook palsu tersebut dapat segera teridentifikasi dan diproses secara hukum, memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang berniat meniru identitas publik figure demi keuntungan pribadi.

Pos terkait