123Berita – 05 April 2026 | Sabtu malam di O2 Arena, London menjadi saksi konfrontasi dua raksasa tinju kelas berat: Derek Chisora dari Inggris melawan mantan juara dunia Deontay “The Bronze Bomber” Wilder. Pertandingan utama yang telah lama dinantikan itu dimulai tepat waktu, sementara rangkaian pertarungan di bawah kartu (undercard) sudah selesai dan menambah kegembiraan para penonton. Berikut rangkaian laporan round‑by‑round, hasil undercard, serta analisis awal setelah tiga ronde pertama.
Undercard: Sorotan dan Pemenang
- Tyson Fury vs Adam Kownacki – Pertarungan ini menjadi magnet utama di bawah kartu. Fury mengendalikan tempo sejak ronde pertama, memanfaatkan jab panjangnya dan serangan kaki yang mantap. Pada ronde ketiga, ia melancarkan kombinasi pukulan ke kepala Kownacki yang menyebabkan petinju asal Polandia terjatuh dua kali. Wasit menghentikan pertarungan pada ronde keempat dengan kemenangan mutlak bagi Fury.
- Jesse Rojas vs Jordan Thompson – Kedua petinju menampilkan aksi agresif, namun Rojas berhasil menumpuk poin lebih banyak melalui jab yang konsisten dan pertahanan yang ketat. Keputusan juri berujung pada kemenangan split untuk Rojas.
- Hannah Brown vs Maya Patel – Pertarungan putri kelas menengah ini berakhir imbang setelah tiga ronde, dengan skor 30‑30 untuk masing‑masing juri.
Keseluruhan, hasil undercard mengukuhkan O2 Arena sebagai panggung yang memancarkan energi tinggi, memberikan panggung pemanasan bagi pertarungan utama antara Chisora dan Wilder.
Round 1: Awal yang Tenang namun Penuh Ketegangan
Kedua petinju memulai dengan taktik yang hati‑hati. Chisora, yang tampil dengan mask Tyson Fury yang menjadi sorotan pada acara timbang, mencoba menutup jarak dengan footwork lateral, sambil mengirimkan jab pendek untuk mengukur jarak. Wilder, meski masih menyesuaikan diri dengan suhu London, mengandalkan jab panjang dan gerakan kepala yang lincah untuk menghindari serangan dalam. Tidak ada pukulan signifikan yang menghantam, namun kedua petinju berhasil menukar poin dengan jab berseri.
Round 2: Peningkatan Intensitas
Pada ronde kedua, Chisora mulai meningkatkan tekanan. Ia menutup jarak dan melancarkan kombinasi pukulan ke badan Wilder, mencoba melemahkan stamina lawan. Wilder menanggapi dengan serangan balik berupa hook ke kiri yang hampir menyentuh dagu Chisora, menandakan kemampuan counter yang tajam. Kedua petinju tampak lebih nyaman, dan pertukaran pukulan menjadi lebih keras. Wasit mencatat beberapa pukulan kuat, namun belum ada knockdown.
Round 3: Titik Balik Awal
Ronde ketiga menjadi titik balik pertama. Chisora memanfaatkan momentum dengan serangan ke kepala yang lebih agresif, menargetkan area sudut kiri. Pada menit ke‑2, ia berhasil menancapkan pukulan straight right yang menumbuk wajah Wilder, mengakibatkan kegugupan singkat pada petinju Amerika. Meskipun Wilder segera kembali ke posisi bertahan, Chisora berhasil mengumpulkan poin penting lewat kombinasi jab‑cross‑hook. Di akhir ronde, juri tampaknya memberikan keunggulan tipis kepada Chisora.
Round 4: Balasan Wilder
Wilder tidak tinggal diam. Di ronde keempat, ia menyesuaikan jarak dan mulai menekan dengan jab berirama, memaksa Chisora mundur. Pada menit ke‑1, Wilder meluncurkan satu set kombinasi right‑hand jab‑right yang melesat tepat ke dagu Chisora, menghasilkan goyangan yang signifikan. Chisora berhasil menahan keseimbangan, namun terlihat tanda lelah pada gerakan kakinya. Wasit mencatat satu kali knockdown tidak terjadi, tetapi dominasi Wilder pada ronde ini cukup jelas.
Round 5: Persaingan Ketat
Pertarungan memasuki fase kritis di ronde kelima. Kedua petinju saling bertukar serangan keras, dengan Chisora kembali menutup jarak dan mencoba serangan body‑to‑head, sementara Wilder mengandalkan jab panjang untuk mengontrol jarak. Pada menit ke‑3, Wilder menayangkan satu hook kiri yang mengenai telinga Chisora, menyebabkan petinju Inggris terhuyung sejenak. Namun, Chisora berhasil kembali ke posisi menyerang dengan serangkaian jab cepat, menambah kompleksitas taktik pertarungan.
Analisis Sementara
Setelah lima ronde, pertarungan masih sangat terbuka. Chisora menunjukkan keberanian dengan agresi yang konsisten, memanfaatkan kekuatan tubuhnya untuk menekan Wilder. Di sisi lain, Wilder memperlihatkan adaptasi taktis yang cepat, mengandalkan jab panjang dan kombinasi hook yang menimbulkan dampak. Kedua petinju tampak masih memiliki stamina yang cukup, namun pertarungan yang intens ini dapat menguji ketahanan mereka pada ronde-ronde selanjutnya.
Para analis menilai bahwa kemenangan dapat bergantung pada kemampuan masing‑masing petinju mengelola jarak dan menghindari serangan keras lawan. Jika Chisora dapat terus menutup jarak dan menyerang badan, ia memiliki peluang untuk mengurangi kekuatan pukulan Wilder. Sebaliknya, jika Wilder mampu mempertahankan jarak serta memanfaatkan kecepatan jab, ia berpotensi mengendalikan alur pertarungan hingga akhir.
Penggemar tinju di seluruh dunia menantikan kelanjutan aksi ini, terutama mengingat sejarah kedua petinju yang sarat dengan pertarungan epik. Pertarungan ini tidak hanya menjadi sorotan karena reputasi masing‑masing, tetapi juga karena adanya unsur psikologis; Chisora menggelar mask Tyson Fury pada acara timbang, menandakan tekadnya untuk menantang raksasa kelas berat lainnya. Sementara itu, Wilder, yang kembali ke panggung internasional setelah periode hiatus, berambisi membuktikan dirinya kembali sebagai ancaman utama di divisi berat.
Dengan sisa ronde yang masih panjang, penonton dapat mengharapkan pertarungan yang semakin dramatis. Apakah Chisora dapat menahan tekanan Wilder dan memaksanya ke dalam corner, atau apakah Wilder akan melancarkan serangan akhir yang mengubah hasil akhir? Semua pertanyaan itu akan terjawab ketika bel terakhir berbunyi.





