123Berita – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Aktor muda Ben Kasyafani memberikan klarifikasi tegas terkait spekulasi publik yang mengaitkan mantan aktris Marshanda sebagai faktor utama di balik keputusan adik perempuannya, Sienna Kasyafani, untuk melepas hijab. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media, Ben menegaskan bahwa pilihan Sienna bersifat pribadi, didasari pertimbangan individu, dan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun, termasuk mantan rekan kerja Marshanda.
Ben menjelaskan bahwa sejak lama keluarga Kasyafani menjunjung tinggi nilai komunikasi terbuka. “Kami selalu duduk bersama, berdiskusi, dan menghormati keputusan masing‑masing. Sienna memutuskan untuk melepas hijab setelah melalui proses refleksi diri yang panjang, bukan karena tekanan eksternal atau saran dari orang lain,” ujarnya. Pernyataan ini muncul setelah beredar rumor di media sosial yang mengaitkan perubahan gaya berpakaian Sienna dengan interaksi terakhirnya bersama Marshanda dalam sebuah proyek televisi pada akhir 2025.
Marshanda sendiri belum memberikan komentar resmi terkait isu tersebut. Namun, Ben menekankan bahwa tidak ada bukti konkret yang mengaitkan sang aktris dengan keputusan Sienna. “Kami tidak menemukan bukti apa pun yang mendukung klaim itu. Semua yang terjadi hanyalah kebetulan belaka dan tidak ada niat apapun untuk mempengaruhi keputusan Sienna,” tegas Ben. Ia menambahkan bahwa keluarga Kasyafani sangat menghargai kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi, sehingga setiap langkah yang diambil oleh Sienna merupakan hasil pertimbangan matang.
Kontroversi ini pertama kali mencuat ketika foto-foto Sienna tanpa hijab dipublikasikan di beberapa platform media sosial pada awal Maret 2026. Netizen langsung menebak‑tebak motif di balik perubahan penampilan tersebut, menyebutkan nama Marshanda sebagai salah satu faktor yang memicu perubahan. Beberapa komentar bahkan menyiratkan tudingan bahwa Marshanda secara tidak langsung menekan Sienna untuk menyesuaikan diri dengan standar industri hiburan yang lebih liberal.
Para pengamat media menilai bahwa fenomena ini mencerminkan dinamika sensitif seputar identitas beragama di kalangan selebritas Indonesia. “Kasus Sienna menjadi contoh bagaimana publik cenderung mencari penyebab eksternal ketika seorang publik figur melakukan perubahan signifikan dalam penampilan, terutama yang berkaitan dengan hijab,” ujar Dr. Rina Suryani, dosen komunikasi visual Universitas Indonesia. “Kita perlu lebih berhati‑hati dalam menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi, karena hal itu dapat menimbulkan tekanan psikologis pada individu yang bersangkutan.”
Sementara itu, organisasi non‑pemerintah yang bergerak di bidang kebebasan beragama menyambut pernyataan Ben dengan positif. Mereka menilai klarifikasi tersebut dapat membantu meredam persepsi negatif dan mengurangi stigma terhadap perempuan yang memilih untuk melepas hijab. “Setiap individu berhak menentukan cara berbusana sesuai dengan keyakinan dan kenyamanan pribadi. Kami mengapresiasi Ben Kasyafani yang mengedepankan dialog keluarga dan menolak fitnah yang tak berdasar,” kata pernyataan resmi Lembaga Advokasi Kebebasan Beragama (LAKB).
Di sisi lain, pendukung Marshanda menilai bahwa tudingan tersebut tidak adil dan berpotensi merusak reputasi sang aktris. Sebuah grup penggemar Marshanda di platform media sosial menanggapi dengan mengingatkan pentingnya menghormati privasi setiap individu, termasuk Sienna dan keluarganya. “Kami berharap publik tidak menjadikan Marshanda kambing hitam dalam isu yang belum terbukti,” tulis salah satu admin grup.
Ben Kasyafani menutup klarifikasinya dengan menegaskan kembali nilai kebersamaan keluarga. “Kami tetap bersatu, saling mendukung, dan menjaga komunikasi yang sehat. Keputusan Sienna adalah hasil pertimbangan pribadi dan kami menghormatinya sepenuhnya,” tuturnya. Pernyataan tersebut diharapkan dapat menenangkan perdebatan publik dan menegaskan kembali pentingnya menghormati pilihan pribadi dalam konteks kebebasan beragama serta identitas diri.