Banjir Labean Donggala Menggenangi 30 Rumah, BPBD Sulawesi Tengah Siapkan Penanganan Cepat

Banjir Labean Donggala Menggenangi 30 Rumah, BPBD Sulawesi Tengah Siapkan Penanganan Cepat
Banjir Labean Donggala Menggenangi 30 Rumah, BPBD Sulawesi Tengah Siapkan Penanganan Cepat

123Berita – 04 April 2026 | Desa Labean, Kecamatan Donggala, kembali dilanda banjir pada sore hari kemarin setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari. Air meluap hingga menenggelamkan puluhan rumah warga, dengan perkiraan sebanyak tiga puluh hunian mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Situasi darurat ini menuntut respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

BPBD Sulawesi Tengah, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Penanggulangan Bencana, Sdr. Andi Hidayat, segera mengirimkan tim penyelamat ke lokasi. Tim tersebut dilengkapi dengan perahu karet, pompa air portable, serta perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung dan masker respirator. Dalam rapat koordinasi yang diadakan pada pukul 14.00 WIB, langkah-langkah penanganan dibagi menjadi tiga fase utama:

Bacaan Lainnya
  • Evakuasi dan penyelamatan: Tim lapangan berfokus pada pemindahan warga yang terjebak di dalam rumah. Saat ini, sekitar dua puluh lima orang telah berhasil dievakuasi ke Posko sementara yang berlokasi di Balai RW setempat.
  • Pengeringan dan mitigasi kerusakan: Pompa air diposisikan di titik-titik kritis untuk mengurangi volume air yang masih mengalir. Selain itu, para relawan membantu mengeringkan lantai rumah dengan menyebarkan kain penyerap dan mengangkat barang-barang yang terkena air.
  • Penyuluhan dan pencegahan: Tim medis dan petugas kesehatan memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menghindari penggunaan air yang terkontaminasi, serta memantau gejala penyakit kulit dan saluran pernapasan.

Sementara proses evakuasi berlangsung, BPBD juga menyiapkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan tersebut didistribusikan melalui posko yang beroperasi 24 jam, memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak terpenuhi.

Warga setempat, seperti Bapak Joko (45 tahun), mengaku panik saat melihat air naik setinggi lutut. “Kami tidak menyangka air bisa begitu cepat meluas. Untung saja tim BPBD datang tepat waktu, sehingga kami dapat keluar dari rumah dengan selamat,” ujar Joko sambil menunggu bantuan selanjutnya.

Dalam upaya jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Donggala berencana melakukan evaluasi infrastruktur drainase serta memperkuat tanggul di sepanjang sungai Labean. Rencana tersebut mencakup pembangunan kanal tambahan dan pemasangan sistem peringatan dini berbasis sensor air, yang diharapkan dapat meminimalisir risiko banjir di masa depan.

Selain itu, BPBD bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyusun peta bahaya banjir yang lebih akurat. Data ini akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana kontinjensi desa-desa yang berada di zona rawan.

Penanganan banjir Labean ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui relawan lokal. Kelompok Karang Taruna, LSM lingkungan, serta warga yang memiliki perahu tradisional turut membantu dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan. Kolaborasi antara aparat dan warga ini menunjukkan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana alam.

Secara keseluruhan, hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat sebagian rumah mengalami kerusakan pada dinding dan perabotan. Pemerintah daerah berjanji akan mengalokasikan dana bantuan khusus untuk rehabilitasi rumah-rumah yang terdampak, serta memberikan subsidi untuk perbaikan infrastruktur dasar.

Penanganan cepat dan koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana ini. Dengan dukungan masyarakat, lembaga pemerintah, serta lembaga kemanusiaan, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan warga Labean dapat kembali ke aktivitas normal secepat mungkin.

Ke depannya, peningkatan kapasitas mitigasi, edukasi kesiapsiagaan, dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi prioritas bagi BPBP dan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Pos terkait